Sabtu, 08 September 2012

makalah Bahasa Indonesia


BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
Seperti yang telah kita ketahui, Bahasa Indonesia adalah Bahasa kesatuan untuk seluruh warga Negara Indonesia, baik berkulit putih ataupun hitam, tinggi ataupun pendek, pintar ataupun bodoh, jika ia adalah Bangsa Indonesia maka satu Bahasa pemersatunya, Bahasa Indonesia.
Seiring dengan perkembangan bahasa saat ini, kita sering menemukan sebuah kutipan ataupun catatan kaki entah di Koran, internet, novel, buku dan lain-lain. Namun, tidak banyak orang yang sudah paham tentang apa kutipan maupun catatan kaki. Sehubungan dengan hal itu, penulis menyusun makalah ini agar nantinya dapat membantu para pembaca yang belum memahami kutipan dan catatan kaki.
B.  Rumusan Masalah
1)        Apakah yang dimaksud dengan kutipan, dan catatan kaki?
2)        Apa saja jenis, dan fungsi kutipan dan catatan kaki?
3)        Bagaimana cara penulisan kutipan dan catatan kaki?
4)        Apa saja istilah dalam catatan kaki?
C.  Tujuan Penulisan
Untuk memahami kutipan dan catatan kaki berdasarakan definisinya, jenis, fungsi, cara penulisan, dan istilah-istilah yang akan dipaparkan dalam makalah ini.
D.  Manfaat Penulisan
1)      Bagi para pembaca, buku ini bisa menjadi referensi dalam belajar Bahasa Indonesia, khususnya kutipan dan catatan kaki
2)      Bagi penulis, buku ini bisa dijadikan sumber belajar dan untuk memenuhi tugas Bahasa Indonesia.
E.   Batasan Masalah
Agar isi makala ini tidak menyimpang, maka makalah ini hanya memaparkan tentang definisi, jenis, fungsi, cara penulisan, contoh, dan istilah-istilah yang sering digunakan dalam kutipan dan catatan kaki.

BAB II
PEMBAHASAN
1.        Kutipan

A.   Pengertian kutipan

Kutipan adalah pinjaman pendapat dari seorang, baik berupa tulisan dalam buku, majalah, surat kabar, atau bentuk tulisan lainnya, maupun dalam bentuk lisan.
B.   Jenis-jenis kutipan

1)   Kutipan langsung
Kutipan langsung ialah kutipan yang sama persis dengan teks aslinya, tidak boleh ada perubahan. Kalau ada hal yang dinilai salah/meragukan,kita beri tanda ( sic! ), yang artinya kita sekedar mengutip sesuai dengan aslinya dan tidak bertanggung jawab atas kesalahan itu. Demikian juga kalau kita menyesuaikan ejaan, seperti memberi huruf kapital, garis bawah,atau huruf miring, kita perlu menjelaskan hal tersebut, misalnya :  [ huruf miring dari pengutip ],[ ejaan disesuaikan dengan EYD ],dll. Bila dalam kutipan terdapat huruf atau kata yang salah lalu dibetulkan oleh pengutip,harus digunakan huruf siku [ ….. ].
2)   Kutipan tidak langsung
Dalam kutipan tidak langsung kita hanya mengambil intisari pendapat yang kita kutip.Kutipan tidak langsung ditulis menyatu dengan teks yang kita buat dan tidak usah diapit tanda kutip.Penyebutan sumber dapat dengan sistem catatan kaki,
3)   Kutipan pada catatan kaki
Kutipan pada catatan kaki ialah kutipan yang terdapat pada catatan kaki dan hanya secara singkat.

4)   Kutipan atas ucapan lisan
Adalah kutipan yang harus dilegalisir dulu oleh pembicara atau sekretarisnya (bila pembicara seorang pejabat). Dapat dimasukkan ke dalam teks sebagai kutipan langsung atau kutipan tidak langsung.

5)   Kutipan dalam kutipan

Kadang-kadang terjadi bahwa dalam kutipan terdapat lagi kutipan.
Dalam hal ini dapat ditempuh dua cara:
1) bila kutipan asli tidak memakai tanda kutip, kutipan dalam kutipan dapat mempergunakan tanda kutip tunggal atau tanda kutip ganda
2) bila kutipan asli memakai tanda kutip tunggal, kutipan dalam kutipan memakai tanda kutip ganda. Sebaliknya bila kutipan asli memakai tanda kutip ganda, kutipan dalam kutipan memakai tanda kutip tunggal.
6)   Kutipan langsung dalam materi
Kutipan langsung dalam materi dimulai dengan materi kutipan hingga perhentian terdekat, (dapat berupa koma, titik koma, atau titik) disusul dengan sisipan penjelas siapa yang berbicara.

C.  Fungsi Kutipan

a)        Landasan teori
b)        Penguat pendapat penulis
c)        Penjelasa suatu uraian
d)       Bahan bukti untuk menunjang pendapat itu

D.  Cara Penulisan Kutipan

·      Kutipan langsung
Tata cara penulisan kutipan langsung kurang dari empat baris:
diintegrasikan (disatukan) dengan teks penulis
jarak antar baris spasi ganda (dua spasi)
kutipan diapit dengan tanda kutip "..."
akhir kutipan diikuti dengan tanda kurung buka, nama singkat pengarang, tahun terbit, dan nomor halaman tempat kutipan, diakhiri dengan tanda kurung tutup.

Tata cara penulisan kutipan langsung lebih dari empat baris:
kutipan dipisahkan dari teks dengan jarak 2,5 spasi
jarak antarbaris satu spasi
kutipan boleh diapit dengan tanda kutip
akhir kutipan diikuti dengan tanda kurung buka, nama singkat pengarang, tahun terbit, dan nomor halaman tempat kutipan, diakhiri dengan tanda kurung tutup
seluruh kutipan menjorok ke dalam 5-7 huruf/ karakter
·      Kutipan tidak langsung
Gagasan yang dikutip diintegrasikan dengan teks, jarak antarbaris dua spasi, tanpa penggunaan tanda kutip dan diangkhiri dengan tanda kurung buka, nama singkat, tahun terbit, dan nomor halaman, diakhiri dengan tanda kurung tutup.
·      Penulisan dan pencantuman kutipan dengan pola Harvard ditandai dengan menuliskan nama belakang pengarang, tahun terbit, dan halaman buku yang dikutip di awal atau di akhir kutipan. Data lengkap sumber yang dikutip itu dicantumkan pada daftar pustaka. Ada dua cara dalam mengutip, yakni langsung dan tidak langsung. Kutipan langsung adalah mengutip sesuai dengan sumber aslinya, artinya kalimat-kalimat tidak ada yang diubah. Disebut kutipan tidak langsung jika mengutip dengan cara meringkas kalimat dari sumber aslinya, namun tidak menghilangkan gagasan asli dari sumber tersebut.

E.   Contoh kutipan

·  Kutipan langsung
1) yang tidak lebih dari empat baris:
“Java memisahkan komponen untuk menampilkan keluaran dengan komponen untuk melakukan format keluaran. Keuntungan pemisahan antara lain formalkeluaran benar-benar sangat kaya meebihi yang dapat diperoleh di C++” (Bambang Hariyanto, Esensi-esensi Bahasa Pemograman Java, 2007, Hal.78)

2) yang lebih dari empat baris:
 “Pustaka Java berisi ribuan (lebih dari 5000) kelas beraneka ragam keampuhan, kekayaan ini merupakan kandungan tersembunyi bahwa penggunaannya dapat menghemat ratusan jam kerja. Keampuhan ini hanya dapat dimanfaatkan bila kita rajin mencoba, sebelum membuat solusi sendiri, coba eksplorasi pustaka bahasa, mungkin telah diselesaikan” (Bambang Hariyanto, Esensi-esensi Bahasa Pemograman Java, 2007, Hal.37-38)
·  Kutipan tidak langsung
Seperti dikatakan oleh Gorys Keraf (1983:3) bahwa argumentasi pada dasarnya tulisan yang bertujuan mempengaruhi keyakinan pembaca agar yakin akan pendapat penulis bahkan mau melakukan apa yang dikatakan penulis.
·  Kutipan pada catatan kaki
160. Salat wusta ialah salat ashar, tetapi mengutip dari keputusan sebagian ahli hadis, “ayat ini menerangkan agar semua shalat dikerjakan” (Al-Jumanatul A’li, 2010, hal.40)
·  Kutipan atas ucapan lisan
Seperti dikatakan oleh Gorys Keraf (1983:3) bahwa argumentasi pada dasarnya tulisan yang bertujuan mempengaruhi keyakinan pembaca agar yakin akan pendapat penulis bahkan mau melakukan apa yang dikatakan penulis.
·  Kutipan dalam kutipan
“Bahasa Java tidak lagi hanya untuk pemanis di web sebagai applet yang membikin Duke berdansa. Java adalah kakas, tetap hanya perangkat, bagaimanapun tetap hanya orang hebat yang dapat membrei arti penting kakas seperti dikatakan James Gosling, tokoh terpenting di Java : “All along, the language was a tool, not the end”. (Bambang Hariyanto, Esensi-esensi bahasa Pemrograman Java, 2007, hal.7-8)
·  Kutipan langsung dalam materi
Jelas, kata Prof. Haryati, kosa kata bahasa Indonesia banyak mengambil dari kosa kata bahasa Sansekerta.

2.    Catatan Kaki

a)   Definisi

Merupakan daftar keterangan khusus yang ditulis di bagian bawah setiap lembaran atau akhir bab karangan ilmiah. Catatan kaki biasanya digunakan untuk memberikan keterangan dan komentar, menjelaskan sumber kutipan atau sebagai pedoman penyusunan daftar bacaan/bibliografi.

b)   Jenis
·      Catatan kaki untuk buku
Dimulai dengan nama pengarang diikuti koma, judul buku (ditulis dengan huruf awal capital dan dicetak tebal atau dicetak miring), nomor seri, jilid, dan nomor cetakan (kalau ada), dan tahun penerbitan (ditulis dalam kurung dan diakhiri dengan titik).
·      Catatan kaki untuk artikel dan majalah
dimulai dengan nama pengarang, judul artikel, nama majalah, nomor majalah jika ada, tanggal penerbitan, dan nomor halaman. Jika dari sumber yang sama dikutip lagi, pada catatan kaki ditulis ibid. (singkatan dari ibidum) yang artinya sama persis sumbernya dengan catatan kaki di atasnya. Jadi mirip dengan idem atau sda. Untuk sumber yang telah disisipi sumber lain, digunakan istilah op. cit. (singkatan dari opere citato). Untuk sumber dari majalah dan koran yang telah disisipi sumber lain digunakan istilah loc. cit. (singkatan dari loco citato).
c)    Fungsi

Catatan kaki berfungsi sebagai keterangan khusus yang menyebutkan sumber dan info tambahan.

d)   Cara Penulisan
  1. Catatan kaki harus dipisahkan oleh sebuah garis yang panjangnya empat belas karakter dari margin kiri dan berjarak empat spasi dari teks.
  2. Catatan kaki diketik berspasi satu.
  3. Diberi nomor.
  4. Nomor catatan kaki diketik dengan jarak enam karakter dari margin kiri.
  5. Jika catatan kakinya lebih dari satu baris maka baris kedua dan selanjutnya dimulai seperti margin teks biasa (tepat pada margin kiri).
  6. Jika catatan kakinya lebih dari satu maka jarak antara satu catatan dengan catatan yang lainnya adalah sama dengan jarak spasi teks.
  7. Jarak baris terakhir catatan kaki tetap 3 cm dari pinggir kertas bagian bawah.
  8. Keterangan yang panjang tidak boleh dilangkaukan ke halaman berikutnya. Lebih baik potong tulisan asli daripada memotong catatan kaki.
  9. Jika keterangan yang sama menjadi berurutan (misalnya keterangan nomor 2 sama dengan nomor 3, cukup tuliskan kata ibid daripada mengulang-ulang keterangan catatan kaki.
  10. Jika ada keterangan yang sama tapi tidak berurutan, berikan keterangan op.cit., lih [x] [x] merupakan nomor keterangan sebelumnya.
  11. Jika keterangan seperti opcit tetapi isinya keterangan tentang artikel, gunakan loc.cit.
e)    Contoh catatan kaki

1.    Taufiq Ismail, Membaca Puisi, Taman Ismail Marzuki, 30-31 Januari 1980.
2.    Kompas, 25 Mei 1981
3.    Ratna Wilis Dahar, teori-teori Belajar (Jakarta: Depdikbud, 1988), hal.18
4.    Nurhadi, Membaca Cepat dan Efektif (Bandung: Sinar Baru, 1986), hal 25
5.    Ibid.,hal.15
6.    Ratna Wilis Dahar, op.cit., hal. 17
***catatan kaki diatas menunjukkan bahwa sumber nomor 4 sama dengan sumber nomor 3, dan sumber nomor 5 sama dengan sumber nomor 2.

f)     Istilah-istilah dalam catatan kaki

Kita sering melihat istilah istilah asing dalam catatan kaki seperti Ibid, Op. Cit, Loc.Cit.
-        Istilah Ibid merupakan singkatan dari Ibidem yang artinya tempat yang sama. Ibid adalah istilah yang digunakan pada catatan kaki atau referensi yang menunjukkan bahwa sumber yang digunakan tersebut telah dikutip juga pada catatan kaki sebelumnya. Hal seperti ini sama artinya juga degan idem (Id.) yang berarti telah disebutkan sebelumnya atau sama, yang pada umumnya digunakan pada kutipan legal, dan dituliskan tulisan miring atau italic atau bisa juga dengan garis bawah dalam pengetikan manual.
Contoh penggunaan Ibid :
[1] Mainingrum, Penulisan Catatan Kaki, Yogi Press, 2010, hal.23
[2] Ibid
[3] Id. At 28.
Referensi dari catatan kaki no.2 adalah sama dengan no.1, sedangkan referensi no. 3 menunjukkan seumber sama tetapi halaman yang berbeda.

-       Istilah Op. Cit merupakan singkatan dari opera citato yang artinya kutipan sebelumnya telah diselangi oleh kutipan sumber lain. Op.  Cit juga ditulis miring dan diberi spasi (Op. Cit , bukan Op.Cit). Op. Cit merujuk kepada sumber yang sama yang telah disebut terdahulu, tetapi diantarai oleh sumber lain yang tidak sama halamannya. Istilah ini digunakan sesudah menyebutkan nama pengarang. Jika halaman yang dikutip sama, maka digunakan istilah Loc. Cit yang merupakan singkatan dari Locere citato yang berarti kutipan yang telah disebutkan pada halaman/bab selanjutnya.
Contoh penggunaan Op. cit :
1Satjipto Raharjo, Hukum Masyarakat dan Pembangunan (Bandung: Alumni, 1976), 111.
2daniel Goleman, Emotional Intelligence. (Jakarta: Gramedia, 2001), 161.
3Bobby dePorter & Mike Hernacki, Quantum Bussines, terj. Basyarah Nasution, (Bandung: Kaifa, 2000), 53-87.
4Rahardjo, Op. Cit., 125
Sedangkan contoh penggunaan Loc. Cit :
1Sarwiji Suwandi, “Peran Guru dalam Meningakatkan Kemahiran Berbahasa Indonesia Siswa Berdasarkan Kurikulum Berbasis Kompetensi”, Kongres Bahasa Indonesia VIII, (Jakarta  : Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia, 2003), 1-15.
2Suwandi, Loc. Cit


BAB III
PENUTUP
1)      Kesimpulan
Kutipan dan catatan kaki sebenarnya saling terkait, karena kutipan bisa ada di dalam catatan kaki. Kutipan dan catatan kaki sangat berguna dalam penulisan suatu buku, karena memudahkan pembaca dalam mengerti dan memahami isinya, sehingga kita perlu tahu dan paham tetang kutipan dan catatan kaki.
2)      Daftar Pustaka
http://fikarzone.wordpress.com/ diakses 23 Januari 2008
http://lytasapi.wordpress.com diakses 05 Juni 2010
http://mainingrum.blogspot.com Diakses bulan November 2011
http://maxdy1412.wordpress.com . Diakses tanggal 15 Mei 2010
http://mycandybaby.wordpress.com diakses 26 Desember 2009
http://www.scribd.com/doc diakses 03 Juni 2009



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar