Sabtu, 06 Juli 2013

for my mom birthday :)


My 19th with my classmates , 1 civil 1 afternoon :)





Cinta itu Dia

Aku bingung harus memulai tulisan ini darimana?
Karena aku juga sejujurnya tidak tahu, sebenarnya… kapan ini bermula?
Mungkin… dari kata orang ..
Semua orang sibuk mendeskripsikan cinta
Menulisnya dengan tulisan yang tiap hurufnya kita perhatikan arti dari setiap garis, tinggi huruf, ketebalan, hanya demi kesan estetika dari cinta itu sendiri
Menggambarkannya dengan segala gambaran bak khayalan tingkat tingkat tinggi
Menuangkannya dalam segala hal berdasarkan ideology masing-masing
Menceritakan, mengungkapkan, dengan cara dan proses masing-masing
Tapiii.. mungkin kau akan tahu perbedaan dari caraku.
Aku tidak menuliskannya untuk diberikan, tidak menggambarkannya dengan sejuta perumpamaan indah tentang dirimu, aku juga tidak mengungkapkannya dengan segala proses yang dibuat-buat.
Yang kutahu hanya 1, bahwa ini cinta. Aku tidak tahu bagaimana caranya menuliskannya, menggambarnya, mengungkapnya.

Ketika orang bilang cinta itu indah
Cinta itu bahagia
Cinta itu uang
Dan msh bnyk lg
Jika aku bilang cinta itu indah, lalu ketika peristiwa buruk dengan membiarkan kekasih pergi apa itu bukan cinta?
Jika aku bilang cinta itu bahagia, jadi jika kita menangisi kekasih yg pergi apa itu bukan cinta?
Jika aku bilang cinta itu adalah uang, jika saja uang itu habis, apa cinta itu habis?

Bagiku…
Cinta itu adalah ketika dengan mata yang sama, tetapi melihat orang-orang yang berbeda , tapi Cuma dia, SATU! Yang bercahaya
Dengan hanya satu otak, begitu banyak hal yang perlu diingat tapi hanya dia yang tanpa perlu kita sibuk mengingat selalu muncul di sela waktu
Dengan hanya satu hati, diantara jutaaan orang yang pantas dihargai, tapi hanya dia yang tertulis
Dengan satu jantung, diantara banyak hal didunia ini , hanya dengan melihat wajahnya, aku tahu ini cinta
Singkatnya, cinta itu yaa… dia
Jika saja ia tak lagi indah, jika saja ia tak lagi beri bahagia, jika saja ia tak bisa beri uang banyak,
Cinta itu yaa….

Dia..dia..dia kemudian titik!

Minggu, 19 Mei 2013

Sebutir Beras Untuk Ayah


Terinspirasi dari keringat-keringat ayah-ayah di dunia ini, yang tiada mengeluh betapa banyak tuntutankita terhadapnya, dan kita selalu menuduhnya ‘tidak pengertian’ jika itu tidak dipenuhi padahal ayah tidak pernah menuntut pengertian kita untuk mengerti betapa kerasnya usaha yang dia lakukan bahkan hanya untuk sebutir nasi.

Sebutir Beras Untuk Ayah

Aku Riana, usiaku tujuh belas tahun, yang kata orang umur sedang banyak maunya, mau kelihatan cantiklah, inilah, itulah. Aku juga sedang banyak mau. Tapi keinginanku mungkin cukup sederhana untuk orang-orang diluar sana. Aku hanya ingin…. Nasi.
Ibuku adalah seorang ibu rumah tangga dari tiga orang anak dan aku adalah anak bungsunya, kata orang anak bungsu dimanja-manja, tetapi sepertinya tidak bisa berlaku didalam keluarga kami. Ayahku seorang buruh kasar di desaku, seringkali ia tidak memiliki pekerjaan dan mencari-cari pekerjaan dari matahari mulai menampakkan hidungnya sampai matahari menyelimutkan dirinya dalam senja. Ibuku pun menjual anyaman untuk menambah penghasilan, tapi yaa tidak banyak yang membeli walaupun kami tinggal di perumahan kumuh sekalipun. Kakak tertuaku pergi dari rumah dan tak kembali ketika ayah berhasil menguliahkannya sampai ayah tak memiliki sepeser pun saat itu, entah apa yang ada dipikiran kakakku, dan kakak kedua ku sekarang dia sudah dipinang oleh seorang laki-laki, yang juga tak jauh-jauh dari kalangan kami. Yaahh aku mulai memaki-maki FTV-FTV, mana mungkin seorang miskin bisa dapet orang kaya? Wong gaulnya aja ama sesama miskin, yaah seperti kami. Sekarang kalian bisa imajinasikan keadaan kami?
Hari ituu, aku berkali-kali mengeluh dada didalam kamar, aku mogok makan. Padahal tak ada yang bisa dimakan, yaa terkecuali nasi aking yang didapat ayah dari sisa masak pembantu di rumah perkomplekan di dekat rumah kami. Rumah kumuh kami memang dekat dengan komplek, dan kalian tahu? Mereka hanya mengeluhkan betapa baunya kamu dengan sampah-sampah kami, seperti mereka benar-benar bukan sampah saja!
Aku mengambil buku tulis lusuhku yang tinggal hanya selembar, aku sungguh ingin menulis, aku suka menulis, tapiiii jika aku tulis selembar ini lalu besok aku harus tulis dimana pelajaranku? Kalian kaget aku sekolah? Jangan kaget begitu! Memangnya hanya orang-orang kaya yang sanggup sekolah? Aku benar-benar muak dengan kesadaan ini dan aku berniat merubahnya, aku bersekolah di suatu SMA swasta bagus di daerahku, gratis sampai lulus. Tapi jarak sekolah dan rumahku lumayan jauh dan menyebabkan aku selalu terlambat, tapi karna aku pintar, aku tidak pernah diberi hukuman seperti yang lain. sombong? Yaa aku memang sombong, terlebih saat aku SMA ini. Aku menyesal ayah. Kenapa kau tak kembali?
Hari itu, hari dimulainya peristiwa yang aku sesali seumur hidupku. Aku mulai bosan dengan harus berjalankaki setiap hari, ibu dengan baju bolongnya yang terlihat ga bergaya, ga bisa aku pejeng didepan teman-teman dan bilang dengan bangga “Ini ibuku!”,  terlebih ketika aku mengingat peristiwa di kelas ketika ada tugas maju ke depan dan menceritakan keluarga, mereka bilang “ayahku lulusan Harvard”, padahal aku juga gatau saat itu Harvard itu nama sekolah apa, tapi karena semua pada menganga mendengar kalimat itu, pasti itu keren. Kemudian ada yang bilang “Ibuku duta luar negeri” “Ibuku ini” “Ayahku itu” daaannn tibalah giliranku.
“Mmmmm, aku..”
TENG… TENG…TENG…
“Wah sayang sekali Riana, mungkin kita bisa mendengar ceritamu lainkali, sekarang kembali ke bangkumu karena kita akan berdoa untuk pulang.”
Terserah kalian mau bilang aku malinkundang atauapapun aku senang sekali dengan bel itu, begitu tepat. Tapi tetap saja aku menyimpan rasa kesal karena kejadian itu, aku terus berpikir jika aku harus bercerita tentang orangtua, keluargaku, apa yang bisa sedikit dibanggakan? Sepertinya tidak ada! Rumah reot! Lingkungan kumuh! Uang seribu yang begitu mewah! Makan pizza seperti mimpi! Bahkan makan es krim magnum yang katanya enak itu seperti mimpi!  Aku benci ini semua, akhirnya aku mengurung diri dan tidak mau keluar.
“Anaaa, ayooo makan ana”
“Emang ada yang bisa dimakan Bu? Nasi aking itu ga layak dimakan buu, akuuu mau nasiii, udah hampir 4 bulan makannya ini mulu, makanan paling mewah saja nasi aking plus telur ceplok! Itupun satu dan dipotong tiga! Aku ga mau makan kalo ga ada nasiii, emang gaji ayah kemana siiihhh? “
“Ayah sedang tidak memiliki pekerjaan nak, dia sekarang sedang berkeliling untuk menyemir sepatu”
“Yaa trus duit ayah nyemir tuh kemana buu? Kemaaaannaaa? “
Ibuku hanya diam, aku benar-benar tak mau melihat wajah ibuku, dan terus menggerutu.
“Assalamualaikum”
Aku melihat ke sumber suara yang sepertinya dari ayah yang baru pulang, ibu langsung mengahmpiri ayah. Aku berdeiri dan melihat mereka dari kejauhan.  Wajah cemas mereka, aku bisa menangkap dengan baik bahwa ayah tidak bawa uang sepeser pun dan mulai gelisah karena anaknya mogok mau makan nasi.  Aku makin jengkel saja akhirnya aku melewati mereka tanpa sepatah katapun, aku mendengar ibuku memanggil tapi ku acuhkan. Aku mau keluar dan berjalan sebentar. Aku berjalan ke sebuah tempat di dekat sawah yang sudah tak terawat, aku duduk di saung yang lama tak dikunjungi tuannya itu. Aku tertidur.
Saat aku terbangun, aku memutuskan untuk pulang, sekalipun tak ada nasi aku tetap harus pulang, karna aku takut kehujananan. Aku bermaksud mengambil jalan terjauh untuk ke rumah, yaitu lewat jalan raya, banyak took beras disana. Saat banyak orang aku terjatuh dan tcoba tebak, apa ada yang menolong orang berpakaian kumuh sepertiku? Tidak! Aku terjatuh di hadapan sebutir beras, tiba-tiba aku teringat dengan ibu dan ayah, jika melihat banyak orang tapi taka a yang perduli padaku aku jadi takut dan merasa bersalah pada ayah. Aku mengambil sebutir beras itu dan memandanginya.
“Gara-gara kamu, aku jadi begini sama ibu dan ayah!” tanpa sadar air mata jatuh di pipiku, aku berusaha menghapusnya dan bangkit berdiri bersama sebutir nasi itu. Aku ingin menyerahkan kepada ayah, aku ingin minta maaf. Yaah walaupun ini hanya sebutir beras.  Aku berjalan dengan perasaan bersalah, tiba-tiba ada tabrakan di jalan raya, suasana langsung gaduh,itu menyadarkanku dari semua pikiran-pikiranku, tiba-tiba saja semua orang mendekati korban, aku juga penasaran tapi aku harus segera pulang. Aku terus memegang sebutir beras tanda maafku, saat sudah mau sampai rumah, seperti ada yang memanggilku.
“Anaaaa, kamu kemana aja!?”
“Aku ketiduran di saung Bu Ratih, kenapa? Si Rani minta diajarin mtk lagi?”
“Bukaaaan anaa!” tiba-tiba ibu Ratih memelukku. Kemudian dia melepas pelukannya ketika warga sibuk membopong seseorang yang berlumuran darah ke rumahku, aku tidak tahu siapa itu, mungkin kakak tertuaku yang lama hilang, soalnya dibelakang segerombolan orang itu ibu menangis, aku jadi bingung kenapa ibu nangisin anak kayak dia. Aku semakin bingun lagi ketika ibu Ratih, tetanggaku yang paling baik ikut-ikutan menangis, aku jadi gelisah. Aku berusaha mendekati ibu, ditangannya ada tas bahan warna putih berlumuran darah dan….. beras. Aku semakin gelisah aku mendekati orang yang dibopong warga, sempat menjinjit sampai kerumunan orang itu menaruh seseoran itu di atas tikar anyaman ibu yang baru ¾ selesai.
Entah senapan mana dan darimana yang menembak tepat dihatiku, nyaris membuatku tersenggal, memaksa kelenjar airmataku mengeluarkan seluruh airmatanya. Aku masih memegang erat sebutir nasi untuk ayahku. Aku menangis dan meringkuh dihadapan ayah, untungnya dia masih bergerak. Berarti dia masih hidup. Aku mendekatinya. Tubuh penuh darah itu.
“Ayaaaahhh, akuuu minta maaf ayaahh, Anaa minta maaf, ana gatau harus ngapain dan ngasih apa biar ayah maafin ana yang kurang ngajar, Ana Cuma bawa sebutir beras tanda maaf Ana. “
“Maafin ayah,” katanya pelan sekali dan lirih.
“A.. yah, udah beli…. Be…rass, kamu.. maa..kann.. yaa” aku melihat ia tersenggal-senggal.
“Ibuuuu! Ibuuu! Bawa ayah ke Rumah sakit ibuuuuu.” Aku mendekati ibu dan bersujud memohon padanya. Tapi ibu takmau menjawab. Aku kembali kepada ayah. Aku menangis sejadi-jadinya dihadapnnya, butir beras yang aku berikan masih ia pegang kemudian ia telan.
“Berasnya e..nak. maka..sih yaa. “
Ayah mengalihkan pandangan ke atas rumah, dan berkali-kali kulihat tubuhnya seperti berlomba-lomba mengambil oksigen yang sulit masuk ke dalam tubuhnya.
“Ashaduallailahaillah, wa ashaduaann…naa Muhammadarrosullullah”
Tiba-tiba mata ayah tertutup. Aku men dekati wajahnya, aku goncangkan tubuhnya berkali-kali, aku panic. Aku mendekati ibu.
“Kenapa ibu ga bawa ayah ke rumah sakit buu? Kenapa kesini? Kenapaaa!! Hiks hiks”
Ibu hanya diam, dan ikut menangis bersamaku.
Beberapa hari setelah ayah meninggal, ibu mengambil kaleng biscuit tua, aku pikir isinya jarum dan benang. Ibu hanya mmeberikannya dan meninggalkanku untuk melanjutkan anyamannya.
Aku membuka kaleng itu. Ada banyak uang, aku tersenyum melihatnya, aku bisa pakai untuk beli beras, beli mesin jait untuk ibu, biaya penguburan ayah dann… ada surat?
Untuk biaya kuliah anak bungsu tercinta saya, Riana Putri.
Tanpa sadar airmata turun ke pipiku, uang gaji ayah yang selama ini aku pertanyakan kemana? Kenapa dia ga beliin aku baju atau bahkan sandal untuk mengganti sandalnya yang sudah tipis sekali. Jadi untuk ini. Jadi untuk ini. Sebutir berasku benar-benar ga bisa dibandingkan dengan ini! Benar-benar ga! Aku menyesal ayah!! Menyesal!! Kenapa kau tak kembali?  T.T

Senin, 22 April 2013

Aku Melewati Jalan Ini


Tadi pagi aku melewati jalan ini. Wangi itu masih sama. kemarinpun aku melewati jalan ini. Wanginya pun sama. dan kemarin lusa aku melewati jalan ini. Wanginya pun masih sama.setidaknya itu berlaku sejak kurang lebih satu tahun yang lalu. Aku mencium lara, aku mencium tawa, aku mencium sakiit, aku mencium nafas-nafas perjuangan yang hampir tersenggal, aku mencium lirih, aku mencium perih, aku mencium cinta, tapi aku mencium duka. Wangi yang berbeda dari sebuah hal yang sama. kehidupan.
Dulu, ketika aku masih berlindung di rumah putihku yang luas itu, wanginya pun hampir sama, hanya saja kekentalan dari aroma keserakahan lebih besar. Aku dibuat bingung oleh topeng-topeng berguratan halus itu, aku bahkan tak bisa membayangkan kasarnya wajah dibelakang topeng. Aku harus bagaimana? Aku pernah berbincang pada diriku.
Aku : “Bagaimana mungkin aku bisa percaya apa yang tidak bisa aku lihat, sementara tak henti-hentinya wanita itu menyebutkan hal itu. Hal yang begitu kejam.”
Diriku: “Sebelum aku jawab, saya ingin bertanya ‘siapa Tuhanmu?’
Aku : “Allah”
Diriku : ”Bagaimana kamu bisa mempercayai Tuhan yang selama ini kamu percayai, sementara kamu belum pernah melihat, menyentuh-Nya?”
Aku : “Aku tidak melihat-Nya secara kasat mata tapi mampu melihat berbagai kekuasaan-Nya, dan Dia mampu melihatku, serta Dia dekat, aku tak menyentuh-Nya, tapi Dia menyentuhku dengan nikmat-nikmat-Nya, dan aku selalu berbicara dengan-Nya lewat shalat, dan doa.”
Diriku : “Lalu apa yang membuat hal yang dibicarakan wanita itu menjadi tak bisa dipercaya?”
Aku : “Kali ini kau benar, dia memang tak bisa ku lihat tapi dia dekat, tak bisa ku sentuh tapi dia bisa menyentuhku dengan godaannya, dan dia selalu berbicara kepadaku lewat bisikan”
Diriku : “Lalu apa lagi yang kau pertimbangkan?”
Aku : “Aku masih tak percaya pada topeng berguratan halus yang memncekik leher wanita itu”
Diriku : “ Kita mana tahu, tapi Allah Maha Tahu, percayalah bahwa kebenaran tidak akan selamanya terkontaminasi oleh kebohongan yang terlihat benar”
Aku : “Aku mulai mengeluhkan umurku”
Diriku : “Semua orang pasti bertambah tua”
Aku : “Bukan itu, tapii semakin aku tumbuh, berita-berita lain yang sejenis dapat kudengar dengan mudah, seperti memang sengaja membiarkan ku tahu. Sementara wanita itu adalah ibuku. Bagaimana mungkin aku menyangkal cerita itu? Sementara itu memang sulit untuk dipercaya.”
Bahkan musuh sekalipun bisa berubah menjadi teman. Kenapa teman tidak bisa jadi musuh? Sampai saat ini, itulah yang selalu terbenak. Aku menenggelamkan seluruh kepenatanku tentang itu.
Kini aku bicara teringat sahabat. Ada yang bilang temanmu saat ini menentuka temanmu di tiga tahun mendatang. Sepertinya itu benar. Aku mencium jalan yang hitam, seolah ada larutan dengan kepekatan tingkat tinggi di dalamnya, aku hampir terperosok kedalamnya, seandainya tak ada tangan-tangan yang menggenggamku dan menarikku. Sekarang aku pun berjalan normal lagi di jalan ini, tapi jalan itu hampir tak bisa aku lupa. Bahkan seorang teman bisa menjerumuskan kita tanpa memaksa kita melewati jalan hitam itu, beruntung aku punya teman baik yang menyelamatkanku.
Aku : “Bagaimana mungkin manusia bisa tidak menggunakan hatinya?”
Diriku : “Mudah. Karena manusia punya nafsu”

Jangan Sampai Ayah Tahu



Anti sedang merenung ketika teman disampingnya berkali-kali memanggil namanya.
“Antiiii!!!”
Anti hanya memasang wajah kaget dan menoleh ke arah temannya, temannya kemudian melanjutkan omongannya, Anti memperhatikannya tapi tidak menyimaknya. Pikirannya sedang tertuju pada satu tanggal. 26 April 2013.
15 April 2013, Anti ditelpon oleh seseorang yang tiba-tiba datang dalam kehidupannya bak malaikat. Bagaimana tidak? Dia sedang bingung membayar semua tagihan-tagihan biaya kuliah yang tidak mampu ia bayar, dari Rp 12.000.000 uang semester yang harus dia bayar kemarin, ia baru bayar Rp 100.000 dengan penandatanganan hitam diatas putih bahwa pada tanggal 26 April besok, ia harus melunaskan itu atau dikenakan denda. Beban pikiran-pikiran yang membuat Anti stress itu berkurang ketika seseorang datang menawarkan beasiswa yang sepertinya menarik dan sangat membantu biaya kuliahnya, pada hari itu orang yang tak lain adalah teman sekampus Anti ingin datang ke rumah Anti, untuk memfoto rumah Anti. Anti bingung, bukan karena ia lupa alamat rumahnya, jelas bukan! Tapi, mengingat rumahnya yang bisa dibilang bagus, dengan dinding permanen, genteng dan lantai keramik, bagaimana mungkin dia bisa meyakinkan temannya bahwa dia memang sedang butuh bantuan sekalipun rumahnya bagus.
“Rumah yang gua tinggalin ini warisan dari nenek, ayah tadinya cuma marbot masjid, dan sekarang baru kerja dua bulan jadi tukang sapu parkir di suatu kampus, mama sakit dan belum pulih, gua sendiri bekerja untuk menambah uang jajan dan membeli alat-alat kuliah. Kalo ga kerja mana bisa beli biar kata cuma sepatu abal yang harganya Rp 35.000”
Teman Anti hanya diam seolah terhenyak dengan semua cerita-cerita Anti.
“kayaknya gua pernah ngobrol deh ama bokap lu, pas bokap lu masih jadi marbot masjid di deket kosan gua”
“Gua tau kok. Soalnya waktu itu bokap pernah cerita, dan yang gua tau temen sekampus gua yang ngekos deket kampus ya lu.”
Sejenak keadaan hening.
“Haaaaaahh!” Anti menghela nafas seolah udara tiba-tiba menjadi begitu berat sekarang.
“Kalo seandainya gua certain ini ke orang banyak dengan kondisi rumah yang bisa dibilang bagus walaupun ga mewah ini, mana ada yang percaya. Sebenarnya gua takut ikut beasiswa yang pake liat rumah karena ini, gua pasti dianggap ga layak, padahal gua bener-bener butuh”
“Iyaa gua juga bingung sih jelasin ke orang yang ngurus beasiswa ini, yaah doain aja semoga mereka percaya, tapi gua percaya ko, soalnya gua pernah ngobrol ama bokap lu jauh sebelum gua diamanatin ini, dan ceritanya sama kayak lu”
“Sertifikat tanah ini juga digadain buat biaya kuliah gua, ditambah utang-utang lain, gua kadang pengen nangis ngeliat bokap gua yang suka minjem sana-sini, kalo tiba-tiba orangnya nagih dan suka kasar nagihnya tuuhh sakit gua ngeliatnya, sakiit banget”
“Udah Ti, nanti gua omongin sama orang yang beasiswa ini, tapi gua ga berani jamin lu dapet dan dia bisa percaya yaa”
“Iyaa gapapa, setidaknya gua udah usaha, gua juga lagi nunggu beasiswa tapi belum keluar-keluar pengumumannya di kampus padahal gua lagi butuh banget”
Keadaan kembali sunyi. Teman Anti membuang pandangan ke setiap sisi rumah Anti, ibu Anti sedang mencuci baju, mencuci baju manual bukan dnegan mesin cuci.
Ahhhh, pusing kalo dipikirin mulu, ga ada habisnya.
Anti kemudian menyandarkan diri di dinding yang dingin di kamar temannya yang masih sibuk bercerita itu, entah apa yang diceritakan Anti tidak menyimak, hanya memperhatikan. Dia memejamkan matanya berharap jika ia membuka mata ini semua sudah berakhir. Tapi ternyata tidak! Itu tidak bisa. Kemudian ia memejamkan matanya sekali lagi.
16 April 2013, ketika Anti pergi ke kampus dan masuk ke ruang administrasi untuk mengurus absensi yang bermasalah tentang dirinya…
“Iya pak, jadi tuh saya pernah bicara sama Pak Januadi yang ternyata ayahnya, dan memang benar dia marbot masjid pak, dan ceritanya pun ga beda dengan yang diceritakan si anak”
“Tapi kan dia rumah warisan, seharusnya ada duitnya doong pas pindah rumah? itu duitnya kemana aja cobaa?”
JLEB. Sebagaimana busur yang terlepas dari panahnya dan melesat menembus lapisan-lapisan udara pelindung yang sebenarnya sudah tipis, menusuk tepat di hati Anti ketika mendengarnya. Anti bermaksud untuk segera pergi dari ruang itu sebelum temannya itu menyadari dirinya ada disana dan mendengar ketidakpercayaan dari beberapa dosen yang ia ajak bicara itu.
Rasanya ingin menangis. Berkali-kali Anti mendongakan kepala dan menarik nafas dalam-dalam dan berpura-pura mengucak matanya dihadapan kerumunan teman kampusnya hanya untuk menyembunyikan keinginannya untuk menangis.
Adakah yang percaya, dan memberi sedikit saja keringanan? Saya bukan orang yang pemalas, nilai saya pun tidak buruk, disaat orang-orang tengah sibuk beli baju, sepatu, make up yang harganya menjulang, saya justru berpikir ‘apa besok kami bisa makan?’ dan tidak pernah berhenti berpikir ‘bagaimana saya harus membayar tanggal 26 besok’ saya tidak peduli jika saya sakit, tapi ayah saya pasti lebih sakit jika mendengar ada yang tidak percaya, bagaimana saya harus menceritakan ini?
Pikiran-pikiran itu mulai mengganggu ketenangan Anti, dia memutuskan untuk tidak menceritakan kejadian itu pada ayahnya. Entah apa yang akan dia lakukan lagi untuk 26 besok.
Anti membuka matanya kemudian mendapati temannya ada dihadapannya, dan tiba-tiba temannya memeluk Anti.
“Lu kenapa Ti? Gua minta maaf kalo gua terlalu sibuk dengan masalah pribadi gua, dan ga sadar kalo teman gua lagi nangis”
Anti pun meledak saat itu, setidaknya pelukan itu dan tangisan yang ia keluarkan itu mampu mengurangi beban batin yang ia tanggung. Yaah, setidaknya sedikit berkurang.


Jumat, 08 Februari 2013

Tak Berhati



Aku masih merasa ini mimpi. Ku cubit tanganku dengan menggunakan tanganku yang lain, tentunya dengan sisa-sisa tenagaku yang tua renta ini, dan ternyata sakit. Jadi ini bukan  mimpi?. Yaaa.. Sepertinya ini bukan mimpi, tapi aku yakin aku pernah bermimpi seperti ini, seperti sekarang! Tidak benar-benar sama tapi hampir sama. Yang berbeda hanya subjek-subjek dari mimpiku itu.
Aku ini hanya seorang wanita tua renta, kata orang kerutanku seperti kerutan kayu tua, aaah dasar anak muda! Mereka lupa bahwa mereka akan sepertiku, lihat saja nanti! Aku hanya punya anak perempuan. Ahh! Rasanya teriris sekali hati ini membicarakannya! Anak yang ku asuh dengan kasih sayang telah melanggar aturanku! Yahh, lebih tepatnya aturan agama! Bagaimana mungkin aku sanggup melihat anak perempuanku itu tengah bercumbu manis di dalam rumah peninggalan mendiang suamiku ini?  Sementara usia mereka masih belia. Jangan tanya apa yang terjadi setelahnya! Karena rasanya sesak sekali untuk mengakui aku telah mengusirnya!. Pernah ku coba berbicara dan menyuruhnya menjauhi lelaki itu, tapi sepertinya untuk memulai zina itu mudah, tapi melepaskannya rasanya sulit, terlebih aku yakin itu bukan kali pertama merreka seperti itu. Pernah kulihat putriku itu benar-benar menjauhi si laki-laki itu, tapi apa daya. Ketika gelora nafsu dilepaskan maka sulitlah sudah, aku rasa putriku rindu dicumbunya, sentuhan-sentuhannya, atau merasa rugi karena laki-laki yang menggerayangi lekuk bibirnya itu tengah mengambil kenikmatan darinya, sehingga ia tak mau membiarkan laki-laki itu pergi. Aku bermaksud ingin menikahi mereka tapi sepertinya putriku termakan bual kekasihnya itu yang berkata untuk menikahinya nanti setelah lulus SMA. Sampai akhirnya aku benar-benar marah rumahku menjadi tempat pelepasan gelora nafsu dari putriku sendiri, dan aku pun mengusirnya!! Dan coba tebak! Dia lebih memilih kekasihnya itu dibanding aku. Apakah aku sudah pergi dari hatinya? Atau justru hatinya yang sudah tiada. Hanya nafsu. Sepertinya bagi dunia luar kasusku ini sudah jadi makanan utama, aku sebagai wanita tua malah dibilang.. Mmm kalau tidak salah ‘lebay’! yaa lebay katanya! Sebenarnya zaman apa ini?.
Kurasa sekarang ini berbeda sekali dengan zamanku dulu. Dulu orangtua sepertiku sangat dihormati, akupun tak pernah melewatkan jalan tanpa menyapa orangtua yang ada dihadapanku bahkan jika aku tidak mengenalnya, aku juga pernah membantu menyebrang, memijit, bercanda dengannya. Dan mendiang suamiku. Oh Tuhan,  rasanya aku merindukannya. Aku bertemu dengannya dikala ada kelompok remaja masjid, aku menyukainya dan kurasa dia pun begitu, tapi kami selalu menjaga pandangan kami, dan mengedepankan nasihat ibu kami untuk sekolah. Sampai akhirnya mendiang suamiku lulus kuliah dan melamarku, tanpa ada proses pacar-pacaran seperti anak muda zaman sekarang kami pun menikah. Kami punya proses saling mengenal versi kami di zaman dulu, yang pastinya benar-benar berbeda dengan anak zaman sekarang. Mungkin ada segelintir orang-orang alim, aku yakin pasti ada. Tapi apa jadinya jika zaman ini terus berkembang? Kaum sepertiku mungkin akan menjadi semakin minoritas dan akhirnya punah. Lalu… aahh aku tidak sanggup membayangkannya. Haaaaahhh, rasanya udara semakin berat saja jika aku mengingat masamudaku, terlebih membandingkannya dengan sekarang. Oh Tuhan, kurasa dunia ini sedang menangis, atau mungkin sudah lelah menangis? Jika begini terus, bahkan bumipun akan memilih untuk kiamat dibanding dibuat menangis terus-menerus oleh para manusia-manusia tak berhati. Yaa benar-benar tak berhati. Seperti dicuri.
Aku jadi ingat mimpiku malam itu, mimpi dihari terakhirku merasakan dihormati, dimana ada anak paruh baya menolongku pulang kerumah saat kakiku sakit. Yaa.. Aku masih ingat dengan sangat jelas mimpi itu.
Aku yang berjalan di sebuah tempat antah berantah dengan pakaian putih dan sinar menyelumuti diriku, tapi yang paling penting adalah aku dalam keadaan muda. Yaaa benar! Rasanya seperti kembali muda, dimana kerutanku tidak ada, dan wajah cantikku masih merona dibalut jilbab panjangku. Dihadapanku ada hiruk pikuk manusia, tengah berpesta. Aku terus berjalan bermaksud mencari tahu dimana ku berada, tapi setiap orang yang ku panggil seperti tidak ada yang mendengar, bahkan beberapa dari mereka menembus diriku. Aneh. Aku seperti hantu. Hingga akhirnya aku memutuskan untuk terus berjalan dan entah kapan aku harus berhenti. Kurasa kakiku tetap saja seperti orangtua walaupun aku kembali muda. Rasanya pegal sekali berjalan. Aku mencoba melihat sekitarku, aku merinding setiap memperhatikannya. Bau khammar begitu menyengat disini, benar-benar menyengat! Semua laki-laki disini pasti sedang minum, seolah dahaga tak pernah ada obatnya. Perempuan-perempuan tengah memperlihatkan lekuk tubuhnya, bahkan ada yang hanya tertutup kain tipis, dan tubuhnya benar-benar dapat dilihat dengan mudah. Banyak satu laki-laki yang digerayangi oleh banyak wanita, yang satu menciuminya, yang lain mengelusnya, dan yang satu memijatinya. Bahkan tak jarang kulihat perempuan bersender di pohon dengan seorang laki-laki menghinggapi lehernya dengan mulut dan lidahnya menjulur-julur memancing atmosfer panas dari sang nafsu, kemudian menghinggapi dadanya dengan tangannya, tapi perempuan itu hanya diam sambil setengah menutup mata dengan mendesah. Aku yang melihat hampir saja merasa gelora-gelora nafsuku memuncak, tapi ku hentikan segala itu dan menundukkan kepalaku.
“Astagfirullah”
Aku kembali berjalan kemudian aku sampai ke sebuah desa yang lebih sepi dari tempat sebelumnya, tapi tidak sesepi bulan saat mengunci malam dengan dengung lelapnya ketika ku muda dulu. Disini aku melihat seorang tua renta sedang berjalan, ku perhatikan setiap gerak-geriknya sampai aku melihatnya terjatuh. Aku nyaris mencapainya dengan berlari sebelum seorang perempuan datang dari belakang dengan membawa termos berisi air panas, dan… aku melindungi orang tua renta itu tapi aku hantu disini, tak ada yang bisa menyentuhku, mendengarku, melihatku seperti halnya merekapun tidak bisa. Alhasil orang tua renta itu kejang-kejang, aku berusaha menyentuhnya dan ingin membantunya, tapi aku tidak bisa. Benar-benar merasa tidak berguna. Aku menangis melihatnya. Belum sembuh lukanya, seorang laki-laki datang dan menggebuk tubuhnya yang tua renta dengan kayu sambil berteriak “Jika kau mati, rumah ini akan menjadi milikku!”. Aku benar-benar tidak mengerti dunia apa ini. Aku melihatnya! Mellihat tatapan sang tua renta itu, tatapan yang seolah berkata “ambilah apa yang kau mau, tapi biarkan aku pergi. Aku hanya minta kau tinggalkan nyawa di jiwaku!”, mata itu begitu lirih menahan sakit. Aku berada di depannya! Berharap akulah yang terkena tendangan dari laki-laki itu, tapi tetap saja tidak bisa. Aku menangis, aku berusaha menghentikan mereka tapi tidak bisa. Sampai akhirnya kucium bau hangat darah kematian. Baunya benar-benar panas. Bau kematian yang bengis. aku bahkan seperti merasa kehilangan nafasku melihat ini. Aku tak bergerak di hadapan seonggok tubuh yang berdarah itu, aku menangis sementara perempuan dan laki-laki itu pergi. Aku melihat dan mendengar lelaki itu tertawa dan berkata kepada si perempuan “Aku sudah bilang aku akan membuat rumah ini menjadi milikmu, tidak lagi adikku dan Ibuku, hanya kamu dan aku sayaang. Hahaha” kemudian lelaki itu mencium bibir si perempuan, aaahh! Itu terlalu menjijikkan untuk dilihat! Sudah! Sudah! Aku ingin pulang, dimana ini sebenarnya? Aku sebenarnya tak tega meninggalkan nenek tua tak bernyawa  sendirian disini, tapi aku pun tak bisa melakukan apapun kecuali melihat dan menangisinya.
Aku terus berjalan dan kemudian sampai ke sebuah desa, dimana aku hanya melihat tubuh-tubuh penuh darah. Aura kematian benar-benar semerbak disini. Aku melihat seorang laki-laki berpeci, bersih wajahnya, datang kepada seorang perempuan berjilbab.
“Aisyah, seperti halnya malaikat datang mencuci tubuh Nabi dengan mengambil sifat hasad, dengki, dan sifat-sifat buruk lain, syaitan juga mencuci mereka semua dan mengambil semua hati mereka. Aku tak sanggup lagi Aisyah. Kurasa dibanding hidup dan kemungkinan besar menjadi murtad, lebih baik kita sembelih diri kita kepada-Nya”
“Aku tidak akan bunuh diri seperti orang-orang disini Bang. Sesungguhnya hatimu juga sudah direbut oleh syaitan. Bagaiman mungkin kau menghindari hal buruk dengan cara yang buruk? Itu sama saja Bang.Jika saja kau tidak menyuruh orang-orang disini bunuh diri, aku yakin kita punya balatentara yang cukup untuk bertahan tanpa diganggu mereka”
“Aku tidak akan membiarkan syaitan itu mengambil hati berhargamu Aisyah, kalau kau terus seperti ini aku akan membunuhmu!”
“Sadarlah Bang, Abang sudah membiarkan satu desa ini membunuh dirinya sendiri!”
Perempuan itu berkata dengan lirih tapi laki-laki itu menyergapnya dengan cepat tanpa mebiarkan waktu sedetikpun bagi perempuan itu untuk melarikan dirinya. Lagi-lagi aku melihat seseorang terbunuh, kali ini ditangan suaminya sendiri. Kemudian laki-laki itu menusuk dirinya sendiri sampai mati. Mungkin dipikirannya dia ingin menghindari orang-orang di desa yang telah kukunjungi sebelumnya tapi dia tidak tahu bunuh diri juga bukan jalan yang disukai-Nya.
Seperti itulah mimpiku, sekarang sepertinya mimpi itu benar-benar menjadi nyata. Dunia ini memang semakin terang dengan hadirnya lampu, tapi semakin menggelapkan ruh-ruh yang ada di dalam kekangan jiwa-jiwa tak berhati! Seperti syaitan telah mengambil seluruh hatinya, sampai yang tersisa hanya nafsu. Sepertinya siang ini aku berjalan terlalu jauh atau memang dunia ini yang sudah berubah?.
Aku berusaha merebahkan tubuhku di kasur, tapi aku masih merasa ini mimpi. Aku memejamkan mataku dan mengatur nafasku. Sampai aku merasa ada benda tajam menembus kulit keriputku, aku berusaha membuka mataku dan kulihat seorang perempuan! Perempuan itu kembali menusukkan pisaunya hingga datang seseorang paruh baya dan berkata “Ibu aku sudah dapatkan suratnya!”. Meneteslah airmataku, anak itu yang menolongku pulang ke rumah saat kakiku jatuh! Dan dia tak lain adalah cucuku!

Sabtu, 02 Februari 2013

Sudah ‘dekat’kah kita?



Daging-daging bergetah darah, yang ditopang tulang
Tumbuh dengan pupuk-pupuk nafsu
Hay dunia! Sudah ‘dekat’kah kita?
Mereka saling merobek nyawa

Jiwa-jiwa temaram yang memotong pikirannya
Mencekik nuraninya sendiri
Menginjak dunia yang dirusaknya
Betapa baiknya Tuhan kita?
Bukankah mereka atau mungkin KITA!
Sudah tak pantas menginjak dunia?

Relung-relung jiwa melebar
Berisikan surga dunia
Sudah ‘dekat’kah kita wahai dunia!?

Sudah ‘dekat’kah kita wahai dunia? Sudah ‘dekat’kah kita hai DUNIA!
Lahir, bernafas, hidup, kemudian lelah
Mayat-mayat basah dalam tanah, tidakkah mereka kurang banyak?
Duniaaaaaa… Jawab aku!
Sudah ‘dekat’kah kita? L

Selasa, 18 Desember 2012

PMO HMS 2012


Akhirnya gua punya waktu,  duit, dan inspirasi juga buat ngisi ini blog lagi. Kalo kenapa
kenapa harus punya duit? Yaa karena untuk ngepost ini di blog gua perlu pulsa internet, pulsa internet itu ga gratis dong? Pake duit kan belinya? Disitulah peran duit, terus kalo urusan inspirasi masih logis kok untuk dijadikan alasan kenapa gua ga ngisi blog ini. Oke jadi gini, belakangan ini kegiatan gua di kampus sekalipun ga bisa dibilang ‘biasa aja’  atau ‘nothing special’ sih ga juga, cuma emang  diantara moment-moment istimewa itu belum ada yang menggebrak hati gua untuk menuliskannya dalam sebuah cerita pendek ga jelas, lewat untaian kata-kata yang ga bisa dibilang bagus tapi yaa sesuka hati gua aja, yang penting maksud dari cerita gua tercapai, kalo kata Syahrini mah ga ada yang ‘CETAR MEMBAHANA BADAI’ haha :p jadi yaa gua baru ngisi blog sekarang.
Oke gua kembali lagi ke blog ini masih seputar kisah gua, Ristasiwi Elviani as a student University.Oke, penulis mencoba mengerti bahwa tidak semua orang yang membaca ini adalah seorang Mahasiswa, mungkin saja anak SMA yang belum tahu tentang ‘kayak gimana sih kuliah?’ ‘istilah-istilah yang ada di kuliah apa aja sih?’, cuma yang bakal gua angkat kali ini adalah masih seputar PMO (Pelatihan Manajemen Organisasi), seperti yang sudah gua jelaskan di posting-an gua sebelumnya, kalo PMO itu adalah istilah yang sama kayak LDK kalo di masa masih jadi pelajar (baik di SMP, atau SMA). Kalo kemaren gua cerita tentang PMO dari UKM (Unit kegiatan Mahasiswa, kaum pelajar menyebut ini ekskul) PEC (Polytechnic English Club) sekarang gua akan menceritakan PMO HMS (Himpunan Mahasiswa Sipil). Gua jelasin secara singkat yaa, jadi HMS itu adalah sebuah Himpunan yang merupakan Lembaga  Eksekutif tertinggi di dalam jurusan Teknik Sipil, HMS termasuk ke dalam HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan) yang dibawahi oleh MPM (Majelis Perwakilan Mahasiswa, lembaga tertinggi di sebuah Universitas) kemudian BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) dan  SMPK (Senat Mahasiswa Program Khusus, kenapa khusus? Karena ini adalah sebuah lembaga yang terdiri dari anak-anak cevest, cevest itu adalah kampus PNJ juga tapi berada di Bekasi dan sudah bekerja sama dengan perusahaan asing).Di masing-masing jurusan yang ada di universitas/politeknik/sekolah tinggi itu pasti ada Himpunannya, ya contohnya sipil dengan himpunannya yaitu HMS.Oke lanjut, gua cerita dari H-8.
H-10 PMO HMS, Rabu 07 November 2012
Gua masuk ke ruang kelas dengan sisa-sisa tenaga yang ada, hari ini padahal gua tahu paling dosen pengganti pun ga akan masuk (dosen Gambar Teknik gua lagi pergi haji) tapi gua tetep ke kampus bahkan dateng dari pagi. Tadi pagi, gua ngerjain proposal PKM (Program Kreatifitas Mahasiswa) ama anak semester tiga yaitu Kak Asep (sebagai Ketua) dan Kak Mugni (anggota 1) dan gua adalah anggota 2, itu proposal udah berhari-hari ampe gua ajak tidur ga juga selesai #lebay :p, dan tahu ga sih kita tuh ribet di apa? Isi proposal udah oke, daftar pustaka oke, yaa udah baguslah tapiiiiiii kita bingung untuk gabungin semua data dari mulai cover, daftar isi, isi, daftar pustaka, dan lampiran dalam satu file word tapi menggunakan gaya page number yang berbeda, ada yang pake angka romawi trus letaknya dibawah, dan pake angka arab trus letaknya diatas. Stress adalah ketika kita memikirkan satu hal yang hampir ketemu -_- dan itu gua rasain waktu itu, yah pokoknya gatau dah apa aja yang gua klik yang pasti page break, page number bla blabla udah ga inget dah tapi hasilnya BERHASIL! J(harusnya gua dapet Pop Mie nih), gua berhasil menggabungkan dalam satu word, dan masalah lain timbul, scan tanda tangan dari Ketua Jurusan dan lain-lain warnanya butek dan kalo di crop trus dimasukin ke proposal beda warna kertas, ujungnya ngedit lagii, -_- yaa sementara itu kelompok lain yang ketuanya semester tiga juga, Kak Bdur, dia minta tolong buat halamnnya diedit dalam 1 file word kayak gua, padahal gua aja udah lupa ngeklik apaan aja -_-, yaa singkat cerita gua selesai ngedit dan gua ke Gedung Aa tempat dimana anak-anak IT PNJ bersembunyi, ada satu temen SMA gua yang gua tahu dia jagonya ngedit-ngedit ginian dan yaaa pasti dia bisa ngedit halaman dalam satu file word dalam waktu sekitar 10 menitan, sementara gua bermalam aja selalu nemu trouble -_-, emang dia bisa banget diandelin deh. Setelah mengeras tenaga dari bengkel trus ke gedung Aa gua ke Gedung B untuk masuk ke ruang kelas gua, sekali lagi gua tegasin ga ada dosennya, gua dateng telat pun yang dateng dikit, temen sekelas gua lagi pada ngomongin PMO HMS, gua nyamperin Adit.
R: “Dit, ngapa nanyain Bela, ama Kak Bagus? Iya mereka Dept. Ekonomi sama kayak gua, dan gua kenal mereka”
A: “Gua kan ketua PMO kelompok 6, minta nomer telpon mereka dah”
R: “ hah? Emang udah ada kelompoknya yaa PMO?”
A: “Udahlah”
Gua menyebutkan nomer telpon Bela dan Kak Bagus, setelah itu gua nanyain satu persatu temen sekelas gua yang emang sebagian besarnya tuh anak HMS, mereka udah dapet sms dan kepastian mereka itu kelompok berapa belum?  As a result, cuma gua dan Albay yang masih ga tau kelompoknya, -_-, tapi karna gua udah terlalu lelah banget jadi gua ga mau mikirin dah, tapi gua update status di facebook, kenapa fb? Karena udah jarang yang buka fb jadi kalo curhat gua bebas haha, gua update “ Nunggu sms itu sesuatu banget yaa”, trus gua langsung log out. Berhubung pala gua pusing banget gua memutuskan untuk berpamitan dengan teman-teman gua untuk pulang lebih dulu.
H-9 PMO HMS, Kamis 08 November 2012
Okee, hari ini gua udha dapet sms dari seseorang yang entah siapa, yang jelas dia pasti ektua kelompok gua. Dan kabarnya gua kelompok 7! Pas gua masuk matkul hari ini jam 1, albay nanya ke gua udah dapet sms tentang PMO blm? Gua bilang udah dan gua kelompok 7, eh ternyata septi nyautin kalo dia juga kelompok tujuh J. Dan dari septi juga gua tahu kalo ketua gua itu Juwadi, orang Jawa dari Nganjuk yang ngomongnya tuh masih Jawa medok banget tapi sumpah dia itu PD, padahal orang sering ngetawain dia karena kemedok-annya yaa entah karena lucu atau ngeledek gatau tapi dia tetep bertingkah biasa dan bertindak seolah ga ada apa-apa, dia juga aktif, dan rajin nyatet.
Hari ini itu sebenarnya gua kan rapat ekonomi, pokoknya katanya dept. ekonomi hms rapat setiap hari kamis, tapi gua kan rapat kelompok PMO yaa jadi gua gabisa ikutan dehh. Pas mau menuju ruang rapat ama septi, eh gua ketemu Juwadi di depan musola di gedung B, trus gua nanya-nanya jadi rapat apa ga, katanya Juwadi sebentar lagi rapat, dan sebaiknya gua dan septi tunggu di bawah, depan sekret HMS aja. Akhirnya jalanlah gua ke depan sekret HMS dan gua duduk tuh di bangku depan sekret HMS, datanglah Juwadi dan membawa kertas buat absen, tapi anggota kelomppok 7 belum ngumpul sampe akhirnya septi ama nisong makan, gua tetep nunggu di depan sekret sama Albay yang udah dapet kelompok dengan ketuanya si Deni dari Biro kerohanian. Setelah lama menunggu ga dating-dateng juga, akhirnya si Juwadi dating lagi dan ngasih kertas tugas buat syarat PMO HMS.


Tugas Ketua Kelompok
1.      Mencari tahu tentang anggota kelompoknya.
Tugas Kelompok
1.      Membuat proposal kegiatan dan proposal sponsorship dengan catatan kegiatan belum pernah ada di teknik sipil
2.      Melipatgandakan uang dari Rp 20.000 menjadi Rp 200.000
·         Tidak boleh menggunakan uang pribadi
·         Menyertakan dokumentasi kegiatan pencarian dana
(Dikumpulkan maksimal tanggal 16 November 2012) Pukul 16.00 WIB.
3.      Membuat madding dengan tema “Risalah Pergerakan Mahasiswa” ukuran A1, dibuat sekreatif mungkin
4.      Foto bersama disalah satu rumah anggota kelompok dan berikan bukti dalam foto tersebut.
Tugas Pribadi
1.      Name Tag à keterangan dan ketetntuan ada di madding sekret HMS
2.      Mendeskripsikan masing-masing kepala departemen ditulis di kertas A4 (khusus anggota, bukan kadep)
Peralatan Pribadi yang harus dibawa :
1.      Baju
-          Dresscode : Kemeja soklat dan celana bahan hitam
-          Pakaian ganti
-          Baju berwarna gelap untuk outbond
-          Celana training
-          jaket
2.      Sepatu Kets
3.      Alat sholat
4.      Obat-obatan Pribadi
5.      Perlengkapan Mandi
6.      Alat Tulis
7.      Ponco
8.      1 aqua botol 1,5 liter
Bawaan Kelompok
1.      Lampu senter 2 buah
2.      Lilin satu dus (8 batang)
3.      Korek api kayu 2 kotak
4.      Tikar 3 buah
5.      Makanan
-          Roti tawar (cukup untuk kelompok)
-          Makan siang 4 sehat 5 sempurna kelompok seluruh peserta PMO
-          Susu sachet cukup untuk satu kelompok

Dua kata pas gua baca itu semua “ Banyak Banget” -_-, trus ga lama gua kan membagi-bagi tugas buat siapa yang jualan buat dapetin 200000, siapa yang bikin madding sama Juwadi, trus Kak Fanny dateng, septi juga dating. Gua tugasnya buat ngelipatgandain duit jadi 200000 trus septi di mading kak fanny juga jualan sama ama gua. Kata Juwadi, dana yang 20000 tadi udah dijadiin modal dan dia udah coba jualan tapi hasil akhirnya Cuma 21000 -_-, dengan beberapa yang tidak terbeli. Selesai kita semua membagi tugas, gua pulang deh. Hehe
H-8 PMO HMS, Jumat 09 November 2012
Okee, hari ini hari Jumat dan gua maish disibukan dengan rapat persiapan PMO, selesai matkul gua langsung rapat lagi, gau dapet kertas yang ada tulisan tugas-tugsa sebelum PMO, yang udah gua tulis di cerita hari Kamis. Tapi permasalahannya adalah kertas yang udah gua tulis tentang pembagian tugas itu hilang dan kita terpaksa mau ga mau yaa bekerja berdasarkan yang ada soalnya kalo rapat pun yang dating cuma gua, Septi, Juwadi, Septi, dan ada 1 orang baru yaitu Sugih dari Biro Kerohanian. Tadi Juwadi udah jualan ama Kak Fanny (Ketua Dept Kemahasiswaan), dan untungnya berapa yaa gua lupa hehe, sekitar 37000an kayaknya, hehe.Kita yang hadir rapat saat itu sih akhirnya memutuskan untuk mengerjakan tugas-tugas tersebut berdasarkan yang sering dating ajaa, abis kalo maksain semua ikut ga bisa juga.Tapi yang masalah foto kelompok itu rencananya foto di rumah gua, hari selasa.Dan rapat hari ini selesai.

H-5 PMO HMS, Senin 12 November 2012
Kenapa Hari Sabtu dan Minggu ga gua certain?Karena hati itu hari libur, gua yang kecapekan karena ada tugas juga, proposal PKM juga, dan IEF juga ikutan jadi agak ngdrop gitu, nah akhirnya dua hari kemarin gua bener-benr ga keluar rumah. Niatnya sih Cuma sehari dan minggu gua mau bantuin jualan di ui eh tapi pas jam 8an  gua ga dapet kabar juga dari Juwadi buat jualan di UI, kalo gua maen dating aja kan gua gatau mereka mau jualan dimana, akhirnya gua sms Juwadi tapi ga dibales. Pas hari ini gua rapat lagi dengan anggota kelompok 7 yang itu-itu aja, kak Fanny, Sugih, Juwadi, gua.
R: kok, lu kemaren kaga ngabarin gua kalo jualan siii?
J: iyaa kemaren aku juga bangunnya kesiangan, tapi aku udah sms pas siang kan buat jualan tapi kamu yang nda bales
R: ga adaaa sms dari lu tauuu -_-
J: masa? Aku udha sms kok
R: yaudahlah, eh kemaren dapet berapa? Sekarnag dana kita udah berapa?
J: dana kita udah  64.000 kemaren aku sama Sugih yang jualan aqua sama es teh
R: Aduh maaf yaa ga bantuin abisnya lu ga sms gua
J: yowes
F: eh mau ga, soal mading, kita bagi-bagi aja kan A1 gede tuh kasian kalo satu orang doing yang ngerjain, misalnya gua bagian sejarah pergerakan, lu bagian puisi kek apa kek.
R: iya juga sih, bisa diatur ituu
F: masalah foto gimana nih Ju?
J: gatau nih, masih banyak yang disms tapi ga bales dang a ada kabar, kalo Exeldo dia lagi sibuk buat ngurusin Civil Competition, trus ……
F: yaa pokoknya gimana caranya semua anggota yang fix ikut harus dating besok buat foto di rumah rista, tegesin aja lagi, ga usah ga enakan, lu ketua kok.
Setelah rapat yang sebenarnya ga direncanain sih Cuma kebetulan ketemu ajaa pas gua lagi ke sekret pengen ngeliat nametag.

Yaah begitulah keterangan gambar nametag yang ada di sekret. Trus gua bubar dah, berhubung gua masuk pagi gua bantuin Juwadi dan Kak fanny jualan dengan ngebawa satu kotak kue yang isinyaaaa 15 kayaknya dah lupa gua, dan itu habis J. Tapi dan hari ini kayaknya belum mencapai setengah dari dana yang dibutuhkan -_-.
H-4 PMO HMS, Selasa 13 November 2012
Jadi hari ini itu gua bantuin jualan buat ngumpulin dana yang 200rb itu lohh. Kebetulan kan hari ini ada Pelantikan Lembaga Formal nah berarti kita semua sebagai anak HMS haru smenghadiri acara tersebut kan? Gua padahal ada matakuliah B.Indo tapi gua dan temen-temen sekelas gua yang sebagian besarnya HMS pada cabut pelajaran tersebut, sebenarnya ga cabut sih soalnya dapet bebas kompensasi Karen akita kan ga ikut matkul bukan untuk hura-hura tapi seseuatu yang lebih mendesak yaitu pelantikan tersebut. Beberapa menit setelah gua dating, septi dan wenty dating trus datenglah juwadi ngasih kotak buat julana kue, dan lu harus tahu berapa yang ada di kotak gua? 21 buah -_- sementara gua jualan cake day untuk dept. ekonomi aja biasanya 1 kotak 15 buah, yaudhalah semangaaaat!!
Gua sebenarnya masih ngablu banget jualan hari ini, dan baru laku 5 pula, terlebih si Ina juga jualan makanan yang sama dengan sumber yang sama (kue yang jualnya pas subuh di depan detos) tapi harganya lebih mahal yaitu Rp 2000/buah lagi juga dia buat polycare (acara bakti sosial yang dilakuin BEM ), gua akhirnya memutuskan duduk dan diam ajaa di depan gedung B ama anak HMS lain trus Riska beli gorengan gua 2, mega juga beli satu, iiiiihhh senengggg hahaha \m/, pokoknya pas PLF itu tinggal 13 buah gua lupa seiapa aja yang beli, gua kira plf ga dikasih makanan jadi kan kalo laper bisa gua tawarin ehh ternyata dapet -_- malah lumyan enak lagi kan jadi ga laku dagangan guaaa.
Singkat cerita selesai acara pembacaan ikrar janji semua himpunan, trus nyanyi-nyanyi lagu wajib mahasiswa trus juga ketua himpunan pidato trus HMS foto bareng-bareng kita para HMS keluar dari ruangan dan bubar. Gua ketemu icha trus gua tawarin aja julan gua trus dengan baik hatinya dia beli 2!hahahaha temen gua yang baik emang. Trus gua dibantu Juwadi jualan lagi keliling-liling PNJ ampe kue itu tinggal 9 dan kita hamper menyerah -_- abis Juwadi para sii, kotak yang laen isinya 15 malah ada yang kurang dari 15 eh gua dikasih ga nanggung-nanggung 21 buah -_- mentang-mentang gua Dept. Ekonomi yang sering jualan jadi disuruh jualan lebih banyak kali yaa, Ya Allah.
Nah berhubung hari ini kelompok gua pengen foto di rumah gua akhirnya gua nungguin anak-anak yang lain di sekret HMS dari jam 2 sampe deket-deket magrib -_- tapiiiiiii KUE GUA HABIS TERJUAL yeaaaahh hahahaha dan setelah dihitung-hitung kalo punya kak fanny juga habis terjual dengan harga Rp 1500/buah  maka pemasuka kita hari ini adalah Rp 102.000 sudah mencapai setetngahnya dan masih ada 3 hari lagi sampe hari jumat buat nyetor duit.
Singkat cerita pas udah jam 5an dan semua anggota berkumpul akhirnya kita berangkat menuju rumah gua, dna pas nyampe gua bikin minum kan, malah papa lagi ga ada, trus mama ga megang duit dan gua tahu semua orang termasuk gua juga pasti laper -__- jadi ga enak tapi yaa emang Cuma begitu adanya. Akhirnya gua nyeduh minuman tapi kayaknya kurang manis soalnya nyokap udah gua bilangin airnya jangan banyak-banyak eh kebanyakan trus pas lagi mau shalat magrib gua kan gelar karpet dibantu nyokap di ruang depan TV, eh di ruang tamu ad asuatu kejadian.
R: (meneguk air dan berhetni sejenak karena airnya kurang manis)
D: “Kurang manis!” #berkatadenganlantang
F: (nahan ketawa dan berkata pelan) “ ada ibunya bego disitu”
D: (langsung ga enak hati dan bingung mau ngapain, terlebih yang lain makin ngecengain karena nyokap dan gua denger perkataan kak dekan yang bilang minumannya kurang manis)
Setelah kejadian itu, Exeldo dating trus kita shalat, nah berhubung gua lagi ga shalat gua nambahin air gula ke minumannya trus gua juga bukain biscuit dan kacang buat mereka.  Pas selesai shalat…
F: Ristaa masa tadi si dhekan bilang airnya kurang manis taa
D: ehh kaga, kaga itu bercanda
F: kaga bohong lu kan! Tadi ga ada bercanda-bercandaan
D: eh tadi gua Cuma bercanda tapi ada nyokap lu tapi emang bener kurang manis sih hehehe
R: yaa maaf ya airnya kebanyakan, trus tadi ga liat kalo ada sirup -_-
D : eh gapapap gua Cuma bercanda ya ampun
Yah begitulah kejadian di rumah gua sama Septi, Faizah, Kak Fanny, Kak Dhekan, Kak Riki, Juwadi, Sugih, dan Exeldo.satu kata ‘RUSUH’. Trus selesai kerusuhan kecil itu kita kembalio serius ngerembukin siapa yang buat proposal, jualan, dan mading.Dari rembukan itu menghasilakan kalo kita itu harus semuanya yang jualan trus soal mading anak cewek yang ngerjain dan proposal kak Fanny yang ngerjain dimulai dari besok. Selesai ngerembukin kita baru foto tuuh abis foto semua perusuh itu baru pulaang dengan masih ngecengain kak dhekan soal minuman yang kurang manis itu, gu amalah lucu sendiri bukan tersinggung hahaha, nah ada kejadian lagiiii. Pas yang lain udah pada jalan pulang, kak dehkan kan belakangan karena geraknya yang gerasak-gerusuk alhail pas ngeluarin motor, motor bokap gua dikeja jatoh trus kena pot bunga gua yang nyamber ke pot bunga sebelahnya daaaaann ‘PLUNG’ nyebur ke kolem ikan gua -___-, trus dia panic dan minta maaf, tapi abis itu biasa lagi dan langsung pamit pulang, sumpah itu oraang kerjanya geraakan banget. -_-
H-3 PMO HMS, Rabu 14 November 2012
Pagi ini gua ke kosan septi buat ngerjain mading berhubung peraltannya udah dibeli trus gua juga sempet ke belakang poltek dulu buat ngambil kue. Abis ngambil kue gu atemenin Juwadi dulu ke bengkel buat ngasih kue ke kak fanny dll. Trus abis jualan kue gua balik lagi ke kosan septi dan semua itu JALANKAKI yaa, -__-. Pas nyampe ke kosan septi gua sembari bantuin nyari bahan buat mading gua juga ngirim proposal PKM gua yang dari kemarenana ama Kak Mugni dan Kak Asep ga kekirim-kirim, setelah melalui berbagai proses edit akhirnya gua berhasil.
Ga lama setelah gua berhasil Faizah dateng dan akhirnya kita nyari materi mading sama nempel latarnya dulu, namanya juga A1 kan kita bingung juga ya mau ngisi apa mading segede itu. Karena kita semua ada matkul jam 10 pagi akhrinya kita memutuskan untuk nerusin ini semua besok.
Pas di kampus, gua julan kue ya emang tinggal 9 buah tapi susah banget jualnbya soalnya di kelas ada banyak yang jualan jugaaa akhirnbya gua, septi dibantu oelh kananda ke Akutansi dan ke TGP buat jual kue, trus pas balik lagi ke gedung B gua tinggal 2 kue dan habis dibeli Adit, yaa ampun baiknya adit, hahaha #pokoknyasemuayangbelikueguabae haha. Setelah kue terjual gua ngambil semua peraltan gua kayak laptop, buku gambar dll buat ngerjain gambar di rumah jaid besok tinggal nempel-nempel ajaa.
H-2 PMO HMS, Kamis 15 November 2012
Hari ini gua libur kuliha karena hari raya tahun baru hijriyah tapi gua tetep ke kampus dari jam 8 karena ada rapat panitai IEF eh tapi ternyata yang ngejarkom jam 8 itu salah ngejarkom, harusnya jam 10 -_-, gua kena nunggu laaamaaa banget, rencananya juga hari ini mau ngerjain mading kan gua udah bawa alat-alatnya tapi ternyata kata septi besok aja soalnya dia kemaren baru pulang ke rumah masih capek, yaudah gua kahirnya pulang abis rapt. Sialnya pas gua lewat pintu belakang, DITUTUP. Alhasil gua muter lewat hutan ama temen baru kenal gua, cewek namanya gua lupa hehe, jalan kaki dah tuh ampe ketemu angkot trus gua sampe rumah deh :P. 
H-1 PMO HMS, Jumat 16 November 2012
Hari ini masih libur kampus, tapi gua ke kosan septi buat ngerjain mading, setelah berpusing-pusing ria, trus menggunting-gunting,menempel-nempel, akhirnya gua bertiga (gua, Septi, Faiza) berhasil. Hahaha dan setelah itu gua memutuskan untuk mengerjakan nametag, trus beli peralatan kayak aqua 1,5 liter. Semangat buat besok yaaa!!!Yaa emang sih ga sempet foto madingnya tapi gua fotomgambar-gambar gua yang gua temple di mading.:p







PMO HMS hari pertama, Sabtu 17 November 2012
Sebenernya sih kumpulnya jam 8 untuk PMO, tapi berhubung gua semalem diamanahkan oleh Kak Faiza uuntuk beli pita orange dan biru serta mengguntingnya jadi gua dating lebih pagi, sekitar jam 7an ke lapangan kerangkeng dan udah lumayan yaa orangnya :p. gua langsung bagi-bagiin pita nametag. Salah satu temen gua, Kananda Gusta P, dia tuh nametagnya belum delaminating trus ga ada fotonya juga, akhirnya tau ga? Di bagian foto dia ngegambar dirirnya sendiri, yaa walaupun dia udah selesai gambar dirinya sepertinya dia mengurungkan niatnya untuk memejeng gambar tersebut di nametagnya bukan karena jelek, ga mirip atau apa, tapi dia make foto temen gua yang lain untuk ditempel di nametagnya -_-, kelakuan dah ah. Ketika waktu menunjukkan jam 8 baru deh kita jalan dan disuruh baris didepan gedung administrasi jurusan atau yang kerennya sih dipanggil AdminJur, kita semua baris per kelompok dan hasilnya adalah jeng jeng jeng jeng!! Si Sugih belum dateng, Exeldo ga dateng, Kak Riki ga dateng, Kak Dhekan ga dateng, cuma Juwadi, Kak Fanny, Faiza, gua, Kak Devina, dan Septi. Ditengah-tengah pertanyaan kepada para ketua entah nanya siapa aja yang ga dateng, alasannya kenapa, trus siapa aja yang telat, kenapa?Dan etc lah datenglah Sugih tapi dia dihukum karena dia telat.
Singkat cerita setelah kita berdiri ria di depan adminjur itu, kita semua disuruh ke ruang 214 gedung B untuk menerima materi-materi tentang himpunan. Orang yang pertama ngisi materi adalah mantan ketua Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM) lembaga tertinggi di politeknik, dia baru lulus tahun ini dan mendapat predikat Mahasiswa Berprestasi J, orangnya ganteng lagi, imut, haha, namanya Achmad Zulkarnaen. Kak Zul ini membawakan materi yang berjudul Sukses Organisasi dan Akademik. Dia jelasin tuh, inti yang gua inget adalah …
Ketika kalian memutuskan untuk ikut himpunan, sebenarnya kalian itu bermasalah, kalian semua yang ada disini bermasalah.Kenapa? Karena kalian harus membagi waktu kalian bukan hanya sekedar untuk memegang amanah dari orangtua untuk belajar, tetapi juga memegang amanah teman-teman kalian, memegana amanah dari warga Sipil untuk mengatur, membuat dan mengendalikan suatu acara sipil, dan lain-lain. Ketika kita resmi jadi anggota himpunan jangan pernah menjadi sampah bagi teman sekelas kalian, yang cuma numpang nama saat tugas kelompok.
Yaa begitulah katanya.Trus pengisi kedua adalah Febrian Maulana, mantan ketua Sosial Politik Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), dia membawa materi tentang risalah pergerakan rakyat. Risalah yang biasa kita denger itu kan entah mahasiswa itu direct of change lah, iron stock lah, etc dia gamau jelasin itu lagi, dia lebih ke cerita tentang pengalaman dia.
Yang ketiga itu Kak…. Siapa lupa gua namanya, gua lupa nyatet juga namanya siapa -_-, aduuh maaf yaaa, abis setelah kak Febrian ka nada break sebentar tuh dari materi, eehhh mati lampu coooyy trus shalat zuhur deh, eehh pas selesai shalat belum nayla juga, Masya Allah panas pake banget deh, setara ama mesir kali yaaa #lebay, udahnya kita suruh pake kemeja, suruh pake jakun juga, nametag ga boleh lepas bayangin aja dah panasnya, apalagi yang pake kerudung -_-. Tapi selama materi kakak cantik yang gua gatau namanya ini kita para peserta PMO boleh melepas jakun, dan kipas-kipas pake nametag.Materi yang kakak cantik ini berikan adalah Manajement Event. Dia ngejelasin tentang Branding, Sosial Impact, Multiplier effect, tapi sumpah ga ada yang nyangkkut karena gua adalah tipe orang yang ketika dijelasin tentang hal yang bukan itungan, itu harus ada teks jadi otak gua merekam stuktur urutannya, dll. Sayang sekali -__-.
Setelah pengisi yang cantik itu, kita makan bareng deh di lorong, makannya pake nasi biasa, bakwan, telur, trus ada susu, ama jeruk. Setelah makan kita disuruh  baris bikin lingkaran per kelompok dan membawa proposalnya karena ada simulasi proposal sponsorship, trus berhubung Kak Reza Ketua Himpunan Mahasiswa Sipil PNJ lagi nganggur, jadi gua minta TTD dia dulu.
Singkat cerita, pas detik-detik giliran kelompok gua, gua mendiskusikan mau-nya sponsorshipnya tuh dari perusahaan apa, kita sepakat untuk perusahaan faber Castel. Nah kan point paling penting dari proposal sponsorship itu kan JANGAN TITPIN KE SATPAM, nah pas kita masuk ke perusahaan pasti kita ketemu satpamnya dulu dong di depan? Tapi di simulasi ini satpamnya bohongan, satpamnya tuh panitia PMO.
S: Ada perlu apa dek?
F: kami, dari HMS PNJ ingin mengajukan proposal tentang kegiatan yang akan kami adakan
S: sudah buat janji?
F: sudah pak
S: janjian sama siapa?
F: sama Pak Ratiman dari bagian HPD perusahaan Faber Castel
S: oh Pak Ratiman yaa
R: maaf, pak didalam ada kelompok yang memaksa masuk padahal mereka salah mencari orang
S: oh yaudah diusir ajaa
R: mau minta tolong diusir tolong pak
S: (bangun dan masuk ke ruangan)
S2: emang udah bikin janji beneran dek ama Pak Ratiman?
F: udah Pak
S2: tadi perusahaan apa yang ade sebutkan?
F: Faber Castel Pak
S2: waah salah perusahaan dek, ini perusahaan Tamagochi Construction
F: #bingung
S2: udah mendingan pulang deh, kan salah perusahaan gini, ngapain masih disini capek, mending pulang
F: Mmmm begini Pak, kami mau ke bagian HPD dari Tamagochi Contrustion ini dulu karena beruhung proposal kami masih bersangkut paut dengan Sipil jadi kami pikir kerja sama dengan perusahaan ini merupakan kesempatan yang cemerlang #ngibulbgt
S2: loh, tadi mau ke Fabe Castel, trus sekarang pas dibilangin ini perusahaan konstruksi tetep mau juga, gimana sih, labil nih. Mending pulang deh, emang proposalnya darimana nyambungnya ke perusahaan ini?
F: jadi tuh kami ingin membuat sebuah kegiatan Civil Goes To Kebumen, blablablabla #tetepkekehpengenmasuk
S2: oh yaudah  lah silahkan masuk.
Ketika masuk ke ruangan yang penuh dengan para panitia yang berpura-pura menjadi pekerja di sebuah perusahaan.
F: maaf mbak, nama perusahaan ini apa yaa?
R: Tamagochi Construction. Ada perlu apa yaa?
F: kami mau ketemu dengan Pak Ratiman bagian PHD Mbak untuk mengajukan proposal kegiatan kami
R: oh oke, saya kasih tahu Pak Ratiman dulu yaa, dan nanti yang bisa masuk Cuma 2 orang yaa.
F: iya mbak
Singkat cerita masuklah gua dan kak Fanny ke PHD.
F: misi Pak, kami dari PNJ ingin mengajukan proposal kegiatan HMS PNJ
S: oh iyaa silahkan, jadi tproposal apa yang kalian ingin ajukan?
F: kami blablabla
X: #masukdanlangsungduduk
X: misi Pak saya dari UI, ingin membicarakan proposal UI blablabla
F: #dikecengin -_-
Y: Maaf Pak, ada yang harus Bapak TTD.
F: maaf Pak..
S: Iya nanti yaa, ini mahasiswa UI lohh, almamater saya, silahkan X lanjutkan penjelasan anda
P: Waktu habis!
F: #keluardengankecewa
*Keterangan :
S: satpam 1, F: kak fanny, S2: satpam 2, R: receptionist, S: Kak Suluh sebagai Pak ratiman, X: panitia yang menyamar sebagai mahasiswa UI yg mengajukan proposal, Y: pegawai kantor.
Pas keluar gua ngakak dah ah sial gua dekecengin cuma gara-gara mahasiswa UI, -_- haaaaahh parah, pas gua berbagi cerita dengan yang lain, yang lain ga kalah seru, merka lucu banget sumpah jadi tuh ada Office Boy bawa minum trus ceritanya tumpah gitu ke proposalnya jadi gagal deh diTTD, koplak, kayaknya ga bisa disebut simulasi deh tapi opera van PNJ haha.
Setelah semua kelompok selesai kita semua shalat ashar, abis itu games deh, gamesnya itu “Tebak ini apa?”, jadi tuh Kak Dika (yang berperan sebagai receptionist tadi :p) megang doubletape trus ntar dilempar tuh, nah yang nangkep harus meragain sebuah alat yang bentuknya bulat kayak doubletape tsb.Nah gua dapet tuh, sempet bingung sih mau ngapain trus gua jadiin aja mahkota hehehe.
Setelah kita games sampe magrib, trus shalat magrib deh abis itu simulasi proposal kegiatan deh, kali ini tahapnya adalah minta TTD dari jabatan rendah ke tinggi, dari Project Officer, Kak Reza, minta stempel HMS, trus ke Bu sri Respati sekjur 2 gedung B, trus ke Kajur minta stempel TTD kajur ama mbak dwi trus ke Pudir III bu Lenny Brida J, tapiiiiiii kita stuck di kajur tanpa dapet TTDnya, tapi nyaris bgt dah dapetnya BT -_-.
Setelah kita simulasi kita makaaaann, tapiiiii makanannya sayur togenya udah asemmm -__-, trus gua, Riska, Septi, Albay, Wenty ngepinggirin toge dan lanjut makan (emang laper bgt sumpah), kita tuh dikasih nasi satu nampan berlima, tapi pas makan mah ga ada yang ngomong hahaha.
Setelah makan kita para perempuan naro tas di sekret BEM, trus yang cowok di kantin. Trus setelah itu kita semua disuruh ngumpul di kantin untuk dapet teori lagi tentang apa yaa gua lupa pokoknya yang ngisi materi itu namanya Muhammad Maula. Cakupannya luas banget dah materinya, ampe bahas tentang otak yang tidak bisa memproses kata negative. Contoh ketika kita bilang “Jangan membayangkan SBY sedang berjoget” ujungnya malah kita minimal ngebayangin SBY dah, gua sih ga bukan karena ngapa-ngapa tapi gua lupa masa SBY yang mana yaa hehehe.
Yaa setelah kita menerima materi trus juga ditambahin sama panitianya juga, kita disuruh berdiri trus matanya ditutup pokoknya pas gua buka, gua udah ada di adminjur sama anak angkatan 2012 lain, dan yang 2011 entah dimana. Kita semua disuruh curhat tentang HMS, apa aja yang ngeganjel tentang kinerja para anggotanya dll. Daaaannn matinya gua adalah gua disuruh nyebutin nama semua BPH, mampus gua kan gua ga apal! -_-. Eitt emang dasar gua beruntung yaaa, pas gua baru nyebutin satu ada kak arif manggil suruh baris di depan adminjur trus kita ngebahas tentang kesolidan sebgai angkatan 2012. Yaaa setelah berbaris ria kita semua diperbolehkan untuk tidur, tapi pas sampe sekret BEM angkatan 2011nya yang entah dimana ga ada, sepertinya mereka dibentak abis-abisan dengan catatan TIDAK ADA KEKERASAN FISIK, cuma kekerasan mental aja.
PMO HMS hari kedua, Minggu 18 November 2012
Okeee selain gua ga bisa tidur dibangunin pun jam 2 pagi, tau-tau angkatan 2011nya udah rapih aja kayaknya mereka ga ada yang tidur. Lucunya adalah ketika gua cari-cari nametag gua ampe bingun gua ngubrak-ngabrik tas gua ga ada, ehh ada salah satu temen gua bilang “itu bego, dibelakang lu”, jadi tuh pas gua tidur gua ga lepas nametag tapi gua belakangin nametagnya dan gua lupaaa, ternyata barang yang gua cari masih nyangkut dileher guaaa hehehehe :P
Kita semua dikumpulin lagi di kantin dan lagi-lagi disuruh make jaket kuning PNJ untuk menutup mata trus gua diarahin entah kemana dan disuruh megang pundak yang dari besar, dan bentuk pundaknya sih kayak pundak cowok, dan ternyata bener ajaa pas buka jaket gua udah di belakang kantin dan gua bertiga sama Kak Fajar, dan Kak Helmy, gua dikasih lilin trus disuruh bawa dan ga boleh mati. Pos pertama ada di depan gedung Aa, yang jaga itu Kak Dika (cewek yang biasanya dipanggil bude), dan Kak Barli (kakak kelas gua di sipil 1 sore), di pos itu gua cuma perkenalan ama ditanya seputar ekonomi dan tugas apa aja yang lagi gua lakuin serta yang dalam waktu dekat akan dilaksanakan.Jadi tuh disetiap pos gua dikasih clue untuk menebak suatu hal, clue dari pos 1 adalah ‘kuat’. Trus dari pos itu gua jalan ke pos kedua, disitu ada 4 orang, ada Kak Zulia (kakak kelas gua di spil 1 sore) trus kak Ester (kakak kelas gua di sipil 1 sore), kak cyhintia, dan kak ndaru, disitu tuh gua ditanya siapa para pudir 1-3, bidang apa mereka, trus segala sesuatu tentang sipil dah gua aja lupa, abis ga kenal wkwkwk. Clue dari kelompok kedua adalah ….. gua lupaa -_-.Abis dari pos itu gua bertiga ke pos ketiga daaannn Jeng jeng jeng ada Kak Abang, dia itu ketua Litbang (Penelitian dan Pengembangan, pokoknya init uh bagian tertinggi di HMS), dan kita tuh disuruh hadap-hadapan ama kelompok sebelum gua yang terdiri dari Rommy, Kak Farah sama 1 lagi gua lupaa -_-, gua hadap-hadapan ama Kak Farah dan setelah itu kita disuruuuuhhhh ORASILu tau ga gua tuh ga pernah orasi, dan gatau orasi itu harus kayak gimana aja, tapi gua teriakin aja yang gua tahu tentang pemerintah dan ditutup dengan nayanyian wajib Mahasiswa yaitu “totalitas perjuangan” haha. . Dan lagi-lagi gua lupa clue dari pos Kak Abang, hehe. Setelah itu kita ke depan pos satpam sebelum gedung direktorat, itu pos keempat yagn jaga ada tiga cowok dan gua gatau semua namanya, kita Cuma dikasih semacam test kepribadian. Trus clue dari pos ini adalah LDFR, sepanjang perjalanan berhubung tema dari PMO kali ini itu BAJA gua sih mikirnya dari semua clue awabannya pasti baja tapi melihat Kak Helmy dan Kak Fajar aja yang semester tiga bingung gua jadi ikutan bingung haha. Pas di pos terakhir gua ama Kak arif kan trus gua ditanya apa aja yang udah gua lakuin, trus gua dan kelompok gua disuruh jawab clue yang udah didapet, tapi kelompoknya Rommy yang menang karena mereka ngejawab ‘Baja’ setelah jawaban ‘beton’ mereka salah, bener kaaan baja jawabannyaa -_-.
Dari pos ini gua shalat subuh trus tidur lagi di sekret HMS, ampe pagi sekitar jam 7 apa 8 gua lupa gua dibangunin untuk senam pagi di lapangan utama PNJ, trus kita maen games deh, jadi tuhh yang cewek cari pasangannya, trus suit yang kalah ama yang kalah yang menagn ama yang menang, baik kelompok kalah maupun menang mendiskusikan pada saat suit cina nanti mau apa (Gunting, batu, kertas), kelompok gua sepakat mau batu. Setelah berdiskusi kelompok yang kalah berhadapan dengan kelompok yang menang setelah itu menoleh ke belakang dalam hitungan ketiga baru suit, dan kelompok yang menang ternyata kertas otomatis kelompok gua kalah dan harus lari ke tempat yang aman sebelum tertangkap oleh yang menang kalo ampe ketangkep gua harus gending Bela -_-. Trus pas yang kedua kelompok gua masih tetep batu, daaann ternyata seri trus kita usain permainan kita dan duduk ngeliatain yang cowok gentian main games.
Setelah itu kita makan pagi, horeeee abis makan pagi kita shalat dhuha, gua shalat didaim dan bertemu beberapa anak himpunan mahasiswa administrasi niaga yang tidur di masjid yang kerennya di sebut daim (masjid Darul Iman) trus gua, septi, dan albay tidur juga deh di daim.
Setelah tidur yang cukup gua ga mandi tuh, sebelum ked aim pun tadi gua ganti baju doing, trus sikat gigi.Berhubung tempat wudhu wanita ditutup akhirnya kami para perempuan melakukan segala aktifitas di tempat wudhu laki-laki, -_-. Gua sikat gigi trus cabut ke kantin lagi, kita ngumpul santai trus disuruh berhitung dari 1-10 trus gua dapet angka 7 sama Kananda (temen sekelas gua), ternyata tuh ini kelompok buat out bond. Trus setelah ada delapan kelompok, kelompok 1 dan 2 gabung, 3 dan 4 gabung, 5 dan 6 gabung, 7 dan 8 gabung, 9 dan 10 juga gabung. Jadi tinggal 5 kelompok dan gua jadi kelompok keempat. Trus setelah lama menunggu gua jalan ke pos pertama ngelewatin jejak-jejak pilok orange dan tali rapia merah yang ditinggalkan para panitia, kita tuh pas lewatin jalanan yang nembusnya ke jalan tamiya yang katanya curam banget tuh ada pilok orange disuruh belok kiri dan itu lewat sawah -_-, trus abis itu kita tau-tau nembusnya ke depan fakultas mipa UI, dan disinilah pos pertama. Ada kak Barli dan siapa gitu yang cewek gua ga kenal, disini cuma games, disuruh nebak Ultah temennya dan gua disuruh satu-satu untuk milih kotak yang dibatesin tali, ada 4x6 kotak kalo ga salah, ibarat kata itu sungai dan kalo kita salah nginjek disitu ada ranjau, dan kita kalah akhirnya semua muka dicoreng pake BLAO. -_-.
Begini lah wajah kelompok 4 saat dimasker blao.
Dan kita menyusuri tanda-tanda tali merah lagi sampai akahirnya kita menemukan persimpangan dimana ada pilok orange untuk lurus dan ada tali merah untuk belok kanan, pas gua mau belok karna liat tali yang lain pada ngajak lurus yaudah ujungnya kita kesasar dan pas balik lagi ke persimpangan jalan kita keduluan kelompok 5-_-. Pas mau ke pos kedua kita tuh masuk hutan UI.
Di pos kedua kita disuruh ngurutin pudir, ngurutin kata-kata yang menyusun lagu trus nebak judulnya, angkatan 2012 nyusun lagu dan itu benaar semua yeeeeaah hehe. Trus angkatan 2011 ngurutin dari direktur PNJ, pudir, kajur sipil tapi berupa gambar fotonya, dan kita salah 3 di pusir kebolak-balik, angkatan 2011nya tau nama ga kenal muka wuuuuu -__-. Akhirnya kita semua dapat masker blao lagi haha, dan lu harus tahu pas kelompok gua sampe di pos kedua itu udah hujan, trus pas sampe ke pos ketiga gua disuruh maen games dimana itu ada jarring dan gua harus ngelewatin jarring tanpa nyentuh tali, kebanyakan sih lolos tapi karena solid akhirnya kita semua bersedia di masker tapi kali ini bukan blao, entah apa warnanya hitam -__-.
Berjalan terus berjalan sampailah di pos ke empat dan gua di suruh pake slyer kuning untuk nutup mata dan ngerayap di atas tanah yang udah dilicinin pake air, sumpah malah pas belokan deket banget ama sampah lagi -_-.Abis ngerayap, kita disuruh ngisi peralon pake AIR DANAU UI, yang peralonnya itu udah bolong-bolong dan bola yang ada dibawah peralon itu harus keluar, otomatis gua yang nutupin lubang juga kena air danau ui kan, sumpah ga enak banget rasanya, tapi kelompok gau berhasil karena beberapa lubang diganjal ake ranting pohon haha. Setelah itu kita baris lagi untuk laporan, pas balik badan, BYUR!! Air danau ui men, malah gua pas banget ditengah, mangtep banget dah rasanya -_-.Lanjut ke pos selanjutnya yang masih juga ngerayap cuma bedanya ini ngerayap ke atas, daaaaannn gimana mungkin gua yang ceweknya cuma tiga (yang dua lagi lagi dapet jadi menolak untuk berkotor ria) nyampe keatas sementara satu kali ngerayap aja udah turun -_-, akhirnya pas anak cowoknya udah selesai kita para cewek dibantu, gua berhunbung udah ngemanjat setengah dibantuin pertama dengan ngejangkau pohon tumbang dari anak cowok, nurul dan kak mutia juga gitu setelah gua. Tapiiiii pas banget setelah manjat gua merasakan nyeri pada jempol kaki kanan gua trus gua ngeliata darah gitu tadi, trus gua lapor panitia trus gua disuruh turun dah abis itu gua diguyur tuh pake air bersih (jempolnya doing), ga kenapa-kenapa Cuma kemasukan tanah, yaaah kesusuban laah sumpaaah nyet-nyetan banget gua jalan pincang-pincang. Tas dan barang gua dibawain kan, dan pas mau jalan lagi kita semua beserta panitia malah nyasar -_-, tembus-tembus di jalan raya tempat free style, trus kita foto-foto dan menghabiskan sisa roti dan susu yang ada.

Pas kita mau jalan ke PNJ padahal masih ada satu pos lagi tapi berhubung udah mau ashar dan kita belum ada yang shalat zuhur -_- jadi kita balik duluan, gua dianterin naik motor karena kaki gua sakit trus gua mandi tuh sama albay yang kakinya juga sakit. Gua mandi di kamar mandi deket kolam renang PNJ yand sudah tidak layak disebut sebagai kolam renang tapi kolam ikan.Pas gua baru pipis dan baru mau mandi, AIR ABIS. Panik abis gua berdua albay nelpon Kak Abang, Kak Fanny, dan yang lainnya ga ada yang angkat, ampe gua nelpon Kak Abang untuk kedua kali baru diagkat dan pas kak Abang datengin kamar mandi dan ngetok-ngetok dia bilang ‘yang ngurusin air juga orangnya ga ada-_-‘ akhirnya gua memeutuskan langsung andukan aja ama albay dang a shalat zuhur bahkan ashar pun ga, orang abis semua ngumpul dan bubar aja udah jam 5an, trus karna diemput gua maen kabur ajaa abis panitia juga pada mencar-mencar abis itu gua pulang mandi baru shlat magrib, parah banget yaa-__- sumpah gua ngerasa SAAAALLLLAAAHH BANGET, DOSA BANGET ngelewatin 2 shalat itu, mau dipaksa shalt juga gua kotor banget, belum mandi, ASTAGFIRULLAHALADZIIIIIM ya Allah maaf T.T.
Bahkan sampai detik ini gua masih ngerasa bersalah sama Allah, bukan karena panitia, tapi pas gua kesasar pos kedua itu udah adzan zuhur tapi kelompok gua ga langsung shalt tapi nerusin perjalanan karna ngiranya bakal kelar sebelum ashar taunyaaa….
Astagfirullahaladzim.