BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Seperti
yang telah kita ketahui, Bahasa Indonesia adalah Bahasa kesatuan untuk seluruh
warga Negara Indonesia, baik berkulit putih ataupun hitam, tinggi ataupun
pendek, pintar ataupun bodoh, jika ia adalah Bangsa Indonesia maka satu Bahasa
pemersatunya, Bahasa Indonesia.
Seiring
dengan perkembangan bahasa saat ini, kita sering menemukan sebuah kutipan
ataupun catatan kaki entah di Koran, internet, novel, buku dan lain-lain.
Namun, tidak banyak orang yang sudah paham tentang apa kutipan maupun catatan
kaki. Sehubungan dengan hal itu, penulis menyusun makalah ini agar nantinya
dapat membantu para pembaca yang belum memahami kutipan dan catatan kaki.
B. Rumusan Masalah
1)
Apakah
yang dimaksud dengan kutipan, dan catatan kaki?
2)
Apa saja
jenis, dan fungsi kutipan dan catatan kaki?
3)
Bagaimana
cara penulisan kutipan dan catatan kaki?
4)
Apa
saja istilah dalam catatan kaki?
C. Tujuan Penulisan
Untuk memahami kutipan dan catatan kaki
berdasarakan definisinya, jenis, fungsi, cara penulisan, dan istilah-istilah
yang akan dipaparkan dalam makalah ini.
D. Manfaat Penulisan
1)
Bagi
para pembaca, buku ini bisa menjadi referensi dalam belajar Bahasa Indonesia,
khususnya kutipan dan catatan kaki
2)
Bagi
penulis, buku ini bisa dijadikan sumber belajar dan untuk memenuhi tugas Bahasa
Indonesia.
E.
Batasan
Masalah
Agar isi makala ini
tidak menyimpang, maka makalah ini hanya memaparkan tentang definisi, jenis,
fungsi, cara penulisan, contoh, dan istilah-istilah yang sering digunakan dalam
kutipan dan catatan kaki.
BAB II
PEMBAHASAN
1.
Kutipan
A. Pengertian kutipan
Kutipan
adalah pinjaman pendapat dari seorang, baik berupa tulisan dalam buku, majalah,
surat kabar, atau bentuk tulisan lainnya, maupun dalam bentuk lisan.
B. Jenis-jenis kutipan
1)
Kutipan langsung
Kutipan
langsung ialah kutipan yang sama persis dengan teks aslinya, tidak boleh ada
perubahan. Kalau ada hal yang dinilai salah/meragukan,kita beri tanda ( sic! ),
yang artinya kita sekedar mengutip sesuai dengan aslinya dan tidak bertanggung
jawab atas kesalahan itu. Demikian juga kalau kita menyesuaikan ejaan, seperti memberi
huruf kapital, garis bawah,atau huruf miring, kita perlu menjelaskan hal
tersebut, misalnya : [ huruf miring dari
pengutip ],[ ejaan disesuaikan dengan EYD ],dll. Bila dalam kutipan terdapat
huruf atau kata yang salah lalu dibetulkan oleh pengutip,harus digunakan huruf
siku [ ….. ].
2) Kutipan
tidak langsung
Dalam
kutipan tidak langsung kita hanya mengambil intisari pendapat yang kita
kutip.Kutipan tidak langsung ditulis menyatu dengan teks yang kita buat dan
tidak usah diapit tanda kutip.Penyebutan sumber dapat dengan sistem catatan
kaki,
3)
Kutipan pada catatan kaki
Kutipan pada catatan kaki ialah kutipan yang
terdapat pada catatan kaki dan hanya secara singkat.
4)
Kutipan atas ucapan lisan
Adalah kutipan yang harus dilegalisir dulu
oleh pembicara atau sekretarisnya (bila pembicara seorang pejabat). Dapat
dimasukkan ke dalam teks sebagai kutipan langsung atau kutipan tidak langsung.
5)
Kutipan dalam kutipan
Kadang-kadang terjadi bahwa dalam kutipan terdapat lagi
kutipan.
Dalam hal ini dapat ditempuh dua cara:
1) bila kutipan asli tidak memakai tanda kutip, kutipan
dalam kutipan dapat mempergunakan tanda kutip tunggal atau tanda kutip ganda
2) bila kutipan asli memakai tanda kutip tunggal, kutipan
dalam kutipan memakai tanda kutip ganda. Sebaliknya bila kutipan asli memakai
tanda kutip ganda, kutipan dalam kutipan memakai tanda kutip tunggal.
6)
Kutipan langsung dalam materi
Kutipan langsung dalam materi dimulai dengan
materi kutipan hingga perhentian terdekat, (dapat berupa koma, titik koma, atau
titik) disusul dengan sisipan penjelas siapa yang berbicara.
C. Fungsi Kutipan
a)
Landasan
teori
b)
Penguat
pendapat penulis
c)
Penjelasa
suatu uraian
d)
Bahan
bukti untuk menunjang pendapat itu
D. Cara Penulisan Kutipan
·
Kutipan langsung
Tata cara penulisan kutipan langsung kurang dari
empat baris:
diintegrasikan (disatukan) dengan teks penulis
jarak antar baris spasi ganda (dua spasi)
kutipan diapit dengan tanda kutip "..."
akhir kutipan diikuti dengan tanda kurung buka, nama singkat pengarang, tahun terbit, dan nomor halaman tempat kutipan, diakhiri dengan tanda kurung tutup.
Tata cara penulisan kutipan langsung lebih dari empat baris:
kutipan dipisahkan dari teks dengan jarak 2,5 spasi
jarak antarbaris satu spasi
kutipan boleh diapit dengan tanda kutip
akhir kutipan diikuti dengan tanda kurung buka, nama singkat pengarang, tahun terbit, dan nomor halaman tempat kutipan, diakhiri dengan tanda kurung tutup
seluruh kutipan menjorok ke dalam 5-7 huruf/ karakter
diintegrasikan (disatukan) dengan teks penulis
jarak antar baris spasi ganda (dua spasi)
kutipan diapit dengan tanda kutip "..."
akhir kutipan diikuti dengan tanda kurung buka, nama singkat pengarang, tahun terbit, dan nomor halaman tempat kutipan, diakhiri dengan tanda kurung tutup.
Tata cara penulisan kutipan langsung lebih dari empat baris:
kutipan dipisahkan dari teks dengan jarak 2,5 spasi
jarak antarbaris satu spasi
kutipan boleh diapit dengan tanda kutip
akhir kutipan diikuti dengan tanda kurung buka, nama singkat pengarang, tahun terbit, dan nomor halaman tempat kutipan, diakhiri dengan tanda kurung tutup
seluruh kutipan menjorok ke dalam 5-7 huruf/ karakter
·
Kutipan tidak langsung
Gagasan yang dikutip
diintegrasikan dengan teks, jarak antarbaris dua spasi, tanpa penggunaan tanda
kutip dan diangkhiri dengan tanda kurung buka, nama singkat, tahun terbit, dan
nomor halaman, diakhiri dengan tanda kurung tutup.
·
Penulisan dan pencantuman
kutipan dengan pola Harvard ditandai dengan menuliskan nama belakang pengarang,
tahun terbit, dan halaman buku yang dikutip di awal atau di akhir kutipan. Data
lengkap sumber yang dikutip itu dicantumkan pada daftar pustaka. Ada dua cara dalam mengutip, yakni
langsung dan tidak langsung. Kutipan
langsung adalah mengutip sesuai dengan sumber aslinya, artinya kalimat-kalimat
tidak ada yang diubah. Disebut kutipan tidak langsung jika mengutip dengan cara
meringkas kalimat dari sumber aslinya, namun tidak menghilangkan gagasan asli
dari sumber tersebut.
E. Contoh kutipan
·
Kutipan
langsung
1) yang tidak lebih dari
empat baris:
“Java memisahkan komponen untuk menampilkan keluaran
dengan komponen untuk melakukan format keluaran. Keuntungan pemisahan antara
lain formalkeluaran benar-benar sangat kaya meebihi yang dapat diperoleh di
C++” (Bambang Hariyanto, Esensi-esensi Bahasa Pemograman Java, 2007, Hal.78)
2) yang lebih dari empat
baris:
“Pustaka Java
berisi ribuan (lebih dari 5000) kelas beraneka ragam keampuhan, kekayaan ini
merupakan kandungan tersembunyi bahwa penggunaannya dapat menghemat ratusan jam
kerja. Keampuhan ini hanya dapat dimanfaatkan bila kita rajin mencoba, sebelum
membuat solusi sendiri, coba eksplorasi pustaka bahasa, mungkin telah
diselesaikan” (Bambang Hariyanto, Esensi-esensi Bahasa Pemograman Java, 2007,
Hal.37-38)
·
Kutipan
tidak langsung
Seperti
dikatakan oleh Gorys Keraf (1983:3) bahwa argumentasi pada dasarnya tulisan
yang bertujuan mempengaruhi keyakinan pembaca agar yakin akan pendapat penulis
bahkan mau melakukan apa yang dikatakan
penulis.
·
Kutipan
pada catatan kaki
160. Salat wusta ialah
salat ashar, tetapi mengutip dari keputusan sebagian ahli hadis, “ayat ini
menerangkan agar semua shalat dikerjakan” (Al-Jumanatul A’li, 2010, hal.40)
·
Kutipan
atas ucapan lisan
Seperti dikatakan oleh Gorys Keraf
(1983:3) bahwa argumentasi pada dasarnya tulisan yang bertujuan mempengaruhi
keyakinan pembaca agar yakin akan pendapat penulis bahkan mau melakukan apa
yang dikatakan penulis.
·
Kutipan
dalam kutipan
“Bahasa Java tidak lagi hanya untuk pemanis
di web sebagai applet yang membikin Duke berdansa. Java adalah kakas, tetap
hanya perangkat, bagaimanapun tetap hanya orang hebat yang dapat membrei arti
penting kakas seperti dikatakan James Gosling, tokoh terpenting di Java : “All
along, the language was a tool, not the end”. (Bambang Hariyanto, Esensi-esensi
bahasa Pemrograman Java, 2007, hal.7-8)
·
Kutipan
langsung dalam materi
Jelas, kata Prof. Haryati, kosa kata bahasa Indonesia
banyak mengambil dari kosa kata bahasa Sansekerta.
2. Catatan Kaki
a)
Definisi
Merupakan
daftar keterangan khusus yang ditulis di bagian bawah setiap lembaran atau
akhir bab karangan ilmiah. Catatan kaki biasanya digunakan untuk
memberikan keterangan dan komentar, menjelaskan sumber kutipan atau sebagai
pedoman penyusunan daftar bacaan/bibliografi.
b)
Jenis
·
Catatan kaki untuk buku
Dimulai dengan nama pengarang diikuti
koma, judul buku (ditulis dengan huruf awal capital dan dicetak tebal atau
dicetak miring), nomor seri, jilid, dan nomor cetakan (kalau ada), dan tahun
penerbitan (ditulis dalam kurung dan diakhiri dengan titik).
·
Catatan kaki untuk artikel dan majalah
dimulai dengan nama pengarang, judul
artikel, nama majalah, nomor majalah jika ada, tanggal penerbitan, dan nomor
halaman. Jika dari sumber yang sama dikutip lagi, pada catatan kaki ditulis
ibid. (singkatan dari ibidum) yang artinya sama persis sumbernya dengan catatan
kaki di atasnya. Jadi mirip dengan idem atau sda. Untuk sumber yang telah
disisipi sumber lain, digunakan istilah op. cit. (singkatan dari opere citato).
Untuk sumber dari majalah dan koran yang telah disisipi sumber lain digunakan
istilah loc. cit. (singkatan dari loco citato).
c)
Fungsi
Catatan
kaki berfungsi sebagai keterangan khusus yang menyebutkan sumber dan info
tambahan.
d)
Cara Penulisan
- Catatan
kaki harus dipisahkan oleh sebuah garis yang panjangnya empat belas
karakter dari margin kiri dan berjarak empat spasi dari teks.
- Catatan
kaki diketik berspasi satu.
- Diberi
nomor.
- Nomor
catatan kaki diketik dengan jarak enam karakter dari margin kiri.
- Jika
catatan kakinya lebih dari satu baris maka baris kedua dan selanjutnya
dimulai seperti margin teks biasa (tepat pada margin kiri).
- Jika
catatan kakinya lebih dari satu maka jarak antara satu catatan dengan
catatan yang lainnya adalah sama dengan jarak spasi teks.
- Jarak
baris terakhir catatan kaki tetap 3 cm dari pinggir kertas bagian bawah.
- Keterangan
yang panjang tidak boleh dilangkaukan ke halaman berikutnya. Lebih baik
potong tulisan asli daripada memotong catatan kaki.
- Jika
keterangan yang sama menjadi berurutan (misalnya keterangan nomor 2 sama
dengan nomor 3, cukup tuliskan kata ibid daripada
mengulang-ulang keterangan catatan kaki.
- Jika
ada keterangan yang sama tapi tidak berurutan, berikan keterangan op.cit.,
lih [x] [x] merupakan nomor keterangan sebelumnya.
- Jika
keterangan seperti opcit tetapi isinya keterangan tentang artikel,
gunakan loc.cit.
e)
Contoh catatan kaki
1. Taufiq Ismail, Membaca Puisi, Taman Ismail
Marzuki, 30-31 Januari 1980.
2. Kompas, 25 Mei 1981
3. Ratna Wilis Dahar, teori-teori Belajar
(Jakarta: Depdikbud, 1988), hal.18
4. Nurhadi, Membaca Cepat dan Efektif (Bandung:
Sinar Baru, 1986), hal 25
5. Ibid.,hal.15
6. Ratna Wilis Dahar, op.cit., hal. 17
***catatan kaki diatas menunjukkan bahwa sumber
nomor 4 sama dengan sumber nomor 3, dan sumber nomor 5 sama dengan sumber nomor
2.
f)
Istilah-istilah dalam catatan kaki
Kita
sering melihat istilah istilah asing dalam catatan kaki seperti Ibid, Op. Cit,
Loc.Cit.
-
Istilah Ibid merupakan
singkatan dari Ibidem yang artinya tempat yang sama. Ibid adalah istilah yang
digunakan pada catatan kaki atau referensi yang menunjukkan bahwa sumber yang
digunakan tersebut telah dikutip juga pada catatan kaki sebelumnya. Hal seperti
ini sama artinya juga degan idem (Id.) yang berarti telah disebutkan sebelumnya
atau sama, yang pada umumnya digunakan pada kutipan legal, dan dituliskan
tulisan miring atau italic atau bisa juga dengan garis bawah dalam pengetikan
manual.
Contoh penggunaan Ibid :
[1] Mainingrum, Penulisan Catatan Kaki, Yogi
Press, 2010, hal.23
[2] Ibid
[3] Id. At 28.
Referensi dari catatan kaki no.2 adalah sama
dengan no.1, sedangkan referensi no. 3 menunjukkan seumber sama tetapi halaman
yang berbeda.
-
Istilah Op. Cit merupakan singkatan dari opera citato yang
artinya kutipan sebelumnya telah diselangi oleh kutipan sumber lain. Op. Cit juga ditulis miring dan diberi spasi (Op.
Cit , bukan Op.Cit). Op. Cit merujuk kepada sumber yang sama yang telah disebut
terdahulu, tetapi diantarai oleh sumber lain yang tidak sama halamannya.
Istilah ini digunakan sesudah menyebutkan nama pengarang. Jika halaman yang
dikutip sama, maka digunakan istilah Loc. Cit yang merupakan singkatan dari
Locere citato yang berarti kutipan yang telah disebutkan pada halaman/bab
selanjutnya.
Contoh penggunaan Op. cit :
1Satjipto Raharjo, Hukum Masyarakat dan Pembangunan (Bandung:
Alumni, 1976), 111.
2daniel Goleman, Emotional Intelligence. (Jakarta: Gramedia,
2001), 161.
3Bobby dePorter & Mike Hernacki, Quantum Bussines, terj.
Basyarah Nasution, (Bandung: Kaifa, 2000), 53-87.
4Rahardjo, Op. Cit., 125
Sedangkan contoh penggunaan Loc. Cit :
1Sarwiji Suwandi, “Peran Guru dalam Meningakatkan Kemahiran
Berbahasa Indonesia Siswa Berdasarkan Kurikulum Berbasis Kompetensi”, Kongres
Bahasa Indonesia VIII, (Jakarta : Pusat
Bahasa Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia, 2003), 1-15.
2Suwandi,
Loc. Cit
BAB
III
PENUTUP
1) Kesimpulan
Kutipan
dan catatan kaki sebenarnya saling terkait, karena kutipan bisa ada di dalam
catatan kaki. Kutipan dan catatan kaki sangat berguna dalam penulisan suatu
buku, karena memudahkan pembaca dalam mengerti dan memahami isinya, sehingga
kita perlu tahu dan paham tetang kutipan dan catatan kaki.
2)
Daftar Pustaka
http://fikarzone.wordpress.com/ diakses 23
Januari 2008
http://lytasapi.wordpress.com diakses 05 Juni 2010
http://mainingrum.blogspot.com Diakses bulan
November 2011
http://maxdy1412.wordpress.com . Diakses tanggal 15 Mei 2010
http://mycandybaby.wordpress.com diakses 26 Desember 2009
http://www.scribd.com/doc diakses 03 Juni 2009
Tidak ada komentar:
Posting Komentar